Berita Malang Hari Ini
Pedagang Resah Dana CSR Perbaikan Pasar Bululawang Belum Diberikan
edagang sampai rela meminjam di bank dan koperasi agar dapat memenuhi syarat pembangunan secara swadaya.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.com|MALANG- Sejak dijanjikan pemerintah akan dibantu pendanaan pada Februari lalu, namun hingga kini pedagang Pasar Bululawang belum mendapat dana perbaikan kios yang terbakar akibat kebakaran.
Alhasil, agar bisa lekas berdagang pedagang merogoh kocek sendiri untuk memperbaiki kiosnya yang rusak dilalap api.
Koordinator dan Juru Bicara Korban Kebakaran Pasar Bululawang, Sugiono menjelaskan pedagang sampai rela meminjam di bank dan koperasi agar dapat memenuhi syarat pembangunan secara swadaya.
Pedagang berharap pinjaman mereka bisa lunas setelah mendapat bantuan CSR yang dijanjikan Pemkab Malang.
"Saat ini pedagang pakai uang sendiri sampai pinjaman dibuat bangun. Dengan harapan diganti bantuan dari pemkab dibuat modal juga," kata Sugiono ketika dikonfirmasi.
Sebagai tindak lanjut, Sugiono mengaku para pedagang kerap menanyakan kejelasan dana CSR yang sebelumnya dijanjikan oleh Pemkab Malang.
Tetapi pihak pedagang merasa belum mendapat kejelasan karena jawaban dari pihak pasar hanya sebatas memfasilitasi, atau tidak memiliki kewenangan penuh terkait pencairan dana.
Kini progres pembangunan yang dilakukan pedagang secara mandiri sudah dilakukan 70 persen. Ada 51 kios yang terdampak kebakaran.
Bila janji pemberian dana CSR belum juga diberikan, para pedagang akan mendatangi Diseperindag Kabupaten Malang untuk meminta kejelasan.
Menanggapi keresahan pedagang terdampak kebakaran, Bupati Malang, Muhammad Sanusi menjelaskan dana bantuan CSR akan diberikan dalam waktu dekat.
"Dananya sudah ada di Bank Jatim sebesar Rp 500 juta. Tinggal pencairan saja, kalau soal administrasinya itu teknis dari mereka, bukan urusan saya," sebut Sanusi ketika dikonfirmasi.
Pencairan dana dalam waktu dekat yang dimaksud Sanusi adalah pada 2 hari mendatang.
"Dalam waktu dekat ini mungkin, kata bank jatim maksimal tanggal 17 Maret 2022 ini akan ada realisasinya," jelasnya.
Menurut Sanusi, pedagang memang harus memperbaiki terlebih dahulu dengan dana mandiri dengan tujuan agar lebih cepat.
"Kalau kesepakatan awal dari capaian pembangunan. Itu kan sifatnya bantuan agar mereka cepat berdagang kembali. Mereka sepakat patungan, semakin cepat pembangunan ya tidak apa-apa nanti kita bantu," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kondisi-pasar-bululawang-seusai-mengalami-kebakaran.jpg)