Travelling

Sosok Mohammad Ngasyk, Ulama Asal Banten yang Sebarkan Agama Islam di Madiun Tahun 1707

Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya (Kompas Madya) mencoba menggali sejarah islam di Kabupaten Madiun.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Candra
Masjid dan Makam Kuno Moh Ngasyk di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun 

Laporan Wartawan: Sofyan Arif Candra

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya (Kompas Madya) mencoba menggali sejarah islam di Kabupaten Madiun.

Terbaru, Kompas Madya mencoba melakukan eksplorasi ke masjid dan makam kuno Moh Ngasyk di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Ketua Kompas Madya, Septian Dwita Kharisma mengatakan sejumlah pemerhati sejarah ini blusukan sejarah religi setiap Ramadan.

"Blusukan ini untuk membangun spiritualitas anggota dan membangun kesadaran sejarah di Madiun," kata Ian kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (14/4/2022).

Kompas Madya memilih makam dan masjid kuno Mohammad Ngasyk karena lokasi ini kurang terekspos dan banyak masyarakat yang belum tahu.

"Kami ingin memperkenalkan bahwa di sini ada makam kuno. Beliau ulama dari Banten yang datang ke Madiun untuk menyebarkan agama Islam tahun 1707," lanjutnya.

Ngasyk mendirikan pondok pesantren, dan melakukan penyebaran agama Islam melalui berbagai cara di Madiun.

Salah satunya adalah membangun relasi ke ulama-ulama yang ada di daerah setempat mulai dari Banjarsari hingga Sewulan.

Dengan terjalinnya relasi antar penyebar agama Islam tersebut membuat ulama-ulama saat itu semakin mempunyai pengaruh dan kekuatan yang lebih besar di tengah masyarakat.

Namun, literasi terkait penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Mohammad Ngasyk ini sangat minim.

"Kami mendapat informasinya adalah wawancara dengan putro wayah (anak-cucu) dari beliau (Moh Ngasyk)," jelas Ian.

Dia berharap blusukan sejarah religi ini bisa menggali narasi-narasi tentang kekayaan sejarah di Kabupaten Madiun, terutama sejarah ulama penyebar Islam.

"Kami berharap pemerintah menata Masjid Moh Ngasyk agar bisa menjadi tempat wisata religi," ucapnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved