Berita Malang Hari Ini

Ayah Tiri Berdarah Dingin Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB, Jasad Justru Dibuang Pagi Hari

Berdasarkan kronologis pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi (BPL) terungkap jika tersangka Ziath Ibrahim Bal Biyd atau ZI (38) beraksi seorang diri

Editor: Dyan Rekohadi
KOLASE - SURYAMALANG.COM/Gaih Lintartika/Luhur Pambudi
Tersangka pembunuhan berdarah dingin mahasiswa kedokteran UB Malang, ZI saat di Mapolda Jatim (kiri) dan Lokasi saat korban ditemukan pada 12 april 2022 (foto kanan). 

Penulis : Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM , SURABAYA - Kronologi pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang yang diungkap polisi semakin menunjukkan bagaimana tersangka begitu berdarah dingin.

Berdasarkan kronologis pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi (BPL)  (25) terungkap jika tersangka Ziath Ibrahim Bal Biyd atau ZI (38) melakukan aksi seorang diri.

Tersangka ZI menjadi eksekutor tunggal sekaligus juga membuang sendiri jasad korban.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Berniat Nikahi TS Anak Tirinya, Motif Asmara Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB

Semua proses pembunuhan BPL hingga upaya menghilangkan barang bukti dilakukan secara rapi.

Tersangka yang merupakan ayah tiri pacar korban bahkan masih sempat pulang dan meninggalkan jasad korban di dalam mobil sebelum esok paginya membuangnya.

Di luar dugaan, si Ayah Tiri pembunuh mahasiswa kedokteran itu bisa percaya diri membuang jasad BPL di pinggir jalan raya Surabaya - Malang  yang ramai di pagi hari pada Jumat (8/4/2022).

Semua kronologi dan cara tersangka membunuh korban BPL diungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono.

Berdasarkan catatan hasil penyidikan kepolisian, tersangka pelaku membunuh korban sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (7/4/2022). 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengatakan, korban sempat diintimidasi menggunakan pistol mainan berwarna hitam.

Tak hanya itu, tersangka juga berupaya mencecar korban dengan menuduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya, melalui percakapan via aplikasi.

"Eksekusi di Malang. Di pinggir jalan. Sendirian. Pertama diajak keluar untuk nongkrong, lalu mencari tempat, lalu dieksekusi. Korban, di samping kiri. Tersangka nyetir," ujarnya di Mapolda Jatim, Senin (18/4/2022). 

Setelah korban dipastikan tidak bergerak atau tewas. Ternyata, pelaku tidak lantas membawanya ke Kabupaten Pasuruan untuk membuang jenazah korban. 

Melainkan, menyimpan jenazah di dalam mobil.

Baca juga: FAKTA Kisah Cinta Segitiga 2 Mahasiswa Kedokteran UB Malang dan Cinta Ayah Tiri Berujung Pembunuhan

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved