Berita Malang Hari Ini

PT KAI dan Pemkot Malang Saling Lempar Soal Pengamanan Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga

PT KAI Daops 8 Surabaya dan Pemkot Malang saling lempar soal pengamanan perlintasan sebidang rel kereta api (KA).

Net
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - PT KAI Daops 8 Surabaya dan Pemkot Malang saling lempar soal pengamanan perlintasan sebidang rel kereta api (KA).

"Itu bukan wewenang kami. Itu wewenangnya PT KAI karena itu perlintasan KAI. Kalau mau ditutup, silakan," ucap Heru Mulyono, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (20/4/2022).

Heru menganggap pernyataan dari pihak PT KAI Daop 8 Surabaya itu seperti melimpahkan kewenangan kepada Pemkot Malang.

Padahal sesuai hasil pertemuan di Surabaya beberapa waktu lalu, pelintasan sebidang merupakan tanggung jawab Dirjen Perkeretaapian.

Baca juga: PT KAI Daop 8 Surabaya Tak Tahu Lokasi Perlintasan Tanpa Penjaga di Kota Malang

"Dalam pertemuan di Surabaya itu sudah terjawab," terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan pengamanan perlintasan sebidang rel KA merupakan wewenang PT KAI.

"Itu sesuai ketentuan di PP," kata Diah.

PT KAI Daop 8 Surabaya tidak tahu pasti lokasi perlintasan tanpa penjaga di Kota Malang.

Tapi, PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan ada lima titik perlintasan tanpa penjaga.

Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan Pemda yang berwenang terkait pengamanan perjalanan kereta api (KA) di perlintasan sebidang.

"Itu sesuai UU nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian, dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 94/2018. Jadi, kewenangan pengamanan ada di Pemda tergantung kelas jalan yang melintas di rel," ujar Luqman kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (20/4/2022).

Pihaknya telah koordinasi dengan Pemkot Malang terkait pengamanan perlintasan sebidang tanpa penjagaan.

"Kami mengirim surat setiap tiga bulan sekali. Kami mengingatkan Pemkot Malang agar lebih memperhatikan keselamatan di perlintasan sebidang tanpa penjagaan," jelasnya.

Luqman mengungkapkan ada ada 17 perlintasan sebidang di Kota Malang.

Dari jumlah tersebut, lima perlintasan tidak terjaga dan hanya dilengkapi rambu alarm yang ada di alat EWS (Early Warning System).

"PT KAI adalah operator. Ranahnya adalah pelayanan, seperti kami memperbaiki stasiun yang jelek atau memperbaiki keterlambatan KA."

"Namun, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan wewenang Pemda setempat. Kami siap dilibatkan terkait pengamanan perlintasan sebidang, khususnya perlintasan tanpa penjagaan," bebernya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved