Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Profil Lutfiana Sausan Merasakan Puasa Ramadan di Abu Dhabi

Lutfiana Sausan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani puasa Ramadan di Abu Dhabi.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
UMM
Lutfiana Sausan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani puasa Ramadan di Abu Dhabi. Ia saat ini sedang menjalani program pertukaran pelajar Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Lutfiana Sausan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani puasa Ramadan di Abu Dhabi.

Ia saat ini sedang menjalani program pertukaran pelajar Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022. Menurut Lutfi, waktu sahur dan berbuka selalu berbeda di tiap harinya.

Dari hari ke hari waktu salat subuh terus maju, sementara waktu untuk salat magrib terus mundur. Hal ini membuat waktu puasa semakin panjang tiap harinya.

"Awal puasa saya sahur pukul 04.30 dan berbuka pukul 18.48. Namun sekarang saya sahur pukul 04.26 dan berbuka pada pukul 18.55," kata Lutfi, Selasa (26/4/2022).

Hal ini karena perbedaan waktu yang sering terjadi.

Maka ia dan teman-temannya harus memperhatikan waktu dengan lebih baik. Menurut mahasiswa teknik industri tersebut, iklim di Abu Dhabi sangat panas.

Siang hari bisa mencapai 42 derajat celsius. Dengan iklim yang sepanas itu, bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku menghindari kegiatan di luar ruangan selama siang hari.

Sementara itu, untuk menunaikan ibadah salat tarawih Lutfi memilih masjid terbesar ketiga di dunia yaitu Masjid Agung Sheikh Zayed.

Lutfi bercerita, untuk menuju ke Masjid Agung Sheikh Zayed, ia dan teman-temannya harus menempuh jarak sejauh 14 kilometer tiap harinya. Perlu waktu satu jam menggunakan bus karena jalannya memutar. Tapi jika naik taksi hanya perlu 14 menit.

“Secara umum, pelaksanaan shalat tarawih di sini sama seperti di Indonesia. Cuma, untuk sepuluh hari terakhir shalat tarawih dan witir dipisah. Pelaksanaan salat witir akan dilangsungkan tengah malam bersamaan dengan salat tahajud," paparnya.

Ia juga takjub, masjid yang luas itu selalu dipenuhi orang setiap harinya selama Ramadan.

Protokol covid juga diterapkan dengan ketat, salah satu contohnya adalah pembagian disposable prayer mat sekali pakai kepada para jamaah. Pengalaman unik lain yang ia alami adalah bisa merasakan makanan dari seluruh dunia.

Dijelaskan dia, pada awal bulan Ramadan, Lutfi dan mahasiswa internasional lainnya melakukan buka puasa bersama di asrama.

Masing-masing mahasiswa membawa makanan khas dari negaranya.

“Biasanya untuk berbuka puasa, saya membeli roti khas mesir bernama Umm Ali. Roti tersebut sekaligus menjadi makanan favorit saya selama di sini," paparnya.

Namun pada saat berbuka bersama dengan mahasiswa internasional lain, ia terpukau karena di meja makan dipenuhi dengan makanan-makanan internasional dimana ia pertama kali melihatnya.

Ada umm ali, hummus, baklava, shawarma, falafel, samosa.

"Ada satu makanan yang menjadi favorit saya saat itu yaitu olahan daging dengan yoghurt serta terdapat taco diatasnya,” jelas mahasiswa asal Malang itu.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved