Gema Ramadhan

Puluhan Guru SMA di Surabaya Belajar Soal Pola Busana Zero Waste

Sekitar 20 Guru SMA Dharma Wanita Surabaya, mengikuti workshop Membuat Pola Zero Waste, dalam acara Gema Ramadhan yang digelar Harian Surya dan Tribun

Aryani Widagdo, Founder Aryani Widagdo Creativity Nest, tengah memaparkan Pola Zero Waste, produksi busana yang di dalamnya sama sekali tidak meninggalkan limbah atau sisa kain (perca). 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Sekitar 20 Guru SMA Dharma Wanita Surabaya, mengikuti workshop Membuat Pola Zero Waste, dalam acara Gema Ramadhan yang digelar oleh Harian Surya dan Tribun Jatim Network, Mall Grand City Surabaya, Rabu (27/4/2022).

Aryani Widagdo, Founder Aryani Widagdo Creativity Nest, menjelaskan, Pola Zero Waste adalah produksi busana yang di dalamnya sama sekali tidak meninggalkan limbah atau sisa kain (perca). Sehingga, teknik baru ini diyakini sangat ramah lingkungan.

"Fashion merupakan pencemar lingkungan kedua terbesar di dunia setelah industri minyaK. Kalau kita bisa membuat busana tanpa perca, berarti sudah mengurangi sampah untuk bumi," jelasnya

Menurutnya, metode tersebut sudah ada di seluruh dunia sekitar 15 tahun yang lalu. Sedangkan di Indonesia sendiri belum sampai 10 tahun. Kendati demikian, Zero Waste sesuai dengan konsep tanggung jawab sosial.

"Sekaligus dapat menjadi jawaban bagaimana menjaga lingkungan hidup. Dengan tidak menambah sampah pada bumi.Kalau di seluruh dunia, sampah perca mencapai 60 milliar meter persegi per tahun. Jadi sangat banyak," tuturnya.

Meski ada beberapa yang bisa didaur ulang atau dipakai, lanjut dia, akan tetapi tidak memenuhi kebutuhan pakaian manusia, karena hanya mencakup 10 persen yang mampu dikenakan kembali. Itupun dengan bahan tertentu saja

"Saya mulai mengajar sekitar 5 tahun, saya kira cukup banyak yang menggunakan metode ini, terutama dari UMKM telah menerapkannya, bahkan ada yang sudah menjual busana dengan konsep Zero Waste," katanya.

"Teknik ini membutuhkan banyak orang dalam memodifikasi atau mengembangkan lagi model model pakaiannya. Sudah banyak yang dibuat, mulai celana, kemeja, gaun, kebaya, hampir semua busana bisa, kecuali pakaian ketat," sambungnya.

Dia berharap, masyarakat terutama para penjahit, desainer semakin sadar  menerapkan gaya pola Zero Waste, agar jangan sampai menambah beban di hidup di muka bumi.

Sedang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Dharma Wanita Surabaya, Kastin, menyebut, materi yang diberikan kali ini merupakan pengetahuan baru bagi pihaknya.

"Karena kami memang pada dasarnya guru yang sebelumnya punya kemampuan jahit menjahit. Tetapi dengan mengikuti acara ini membuat polanya tidak terlalu sulit bagi pemula, kami bisa mengikuti dengan baik," ucapnya.

"Mudah mudahan setelah mengikuti acara ini lebih bersemangat mempelajari ini lebih lanjut," pungkas Kastin.

Sumber: surya.co.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved