Sabtu, 9 Mei 2026

Travelling

Wisatawan Buru Oleh-oleh di Sentra Industri Kripik Tempe Sanan, Kota Malang

Wisatawan memburu oleh-oleh di sentra industri kripik tempe Sanan, Kota Malang.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Rizal Fanany
Pengunjung memburu oleh-oleh di Toko Swari Keripik Tempe, Kota Malang, Kamis (5/5/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wisatawan memburu oleh-oleh di sentra industri kripik tempe Sanan, Kota Malang, Kamis (5/5/2022).

Banyak wisatawan yang memadati pusat oleh-oleh di Swari Keripik Tempe Sanan.

Mayoritas wisatawan membeli oleh-oleh keripik tempe dan keripik buah.

"Permintaan mulai meningkat sejak malam 21 Ramadan. Kami hanya libur saat hari H Lebaran dan H+1. Kamu baru buka kemarin, dan langsung ramai," ucap Rudy Adam, owner Swari Kripik Tempe kepada SURYAMALANG.COM.

Tingginya permintaan keripik tempe ini membuat Swari Kripik Tempe kewalahan.

Bahkan pekerja harus menggoreng keripik tempe setiap hari.

Setiap hari pekerja menggoreng keripik tempe sampai 50 Kilogram (Kg).

Kini penggorengan bisa mencapai 500 Kg.

Adam memprediksi tingginya permintaan sampai 8 Mei 2022.

Dia memastikan stok keripik tempe di tokonya aman.

"Saya minta pekerja menggoreng setiap hari untuk menjaga stok," terangnya.

Adam mengakui permintaan tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelum pandemi Covid-19.

Menurutnya, penjualan bisa 4 kali lipat dibandingkan saat pemerintah melarang mudik Lebaran.

"Tahun kemarin itu ramai, tapi tidak seperti ini. Tidak banyak wisatawan dari luar kota yang datang," terangnya.

Imbas dari tingginya permintaan keripik tempe ini membuat omset penjualan Swari Keripik Tempe naik sampai 10 kali lipat dari hari biasanya.

Swari Keripik Tempe menjual keripik tempe antara Rp 6.500 sampai Rp 8.500 per pcs.

Harga ini naik karena imbas dari kenaikan harga kedelai.

"Omset naik sekitar 10 kali lipat," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved