7 Fakta Anak Kuli Bangunan Rajin Tahajud Sejak SD, Ardian Hafidz Jadi Rebutan Kampus Top Luar Negeri
7 Fakta anak kuli bangunan rajin tahajud sejak SD, Ardian Hafidz jadi rebutan kampus top luar negeri
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM|BOYOLALI - Sosok Ardian Hafidz Annafi jadi sorotan setelah jadi rebutan tujuh kampus top luar negeri.
Salah satu yang inspiratif dari remaja usia 18 tahun itu adalah ketekunanannya dalam belajar dan ibadah.
Lahir dari keluarga pas-pasan, Ardian Hafidz Annafi hanya anak kuli bangunan dan pengusaha laundry rumahan.
Kisah Ardian Hafidz Annafi yang rajin tahajud sejak SD juga tak luput jadi sorotan setelah kini berhasil lulus dari SMA Pradita Dirgantara Boyolali.
Semua perilaku Ardian Hafidz Annafi juga tak lepas dari contoh baik yang diberikan orang tuanya.
Berkut sederet cerita sukses Ardian Hafidz Annafi:
1. Diterima di Tujuh Kampus Top Luar Negeri
Ardian Hafidz Annafi menjadi perbincangan hangat karena prestasinya diterima di tujuh kampus kenamaan dunia.
Ketujuh kampus tersebut tersebar di Kanada, Selandia Baru, dan Australia, mulai dari University of Toronto, University of British Columbia, The University of Western Australia, Wageningen University, University of Otago dan Curtin University, dan Victoria University of Wellington
Beberapa kampus itu menempati peringkat top 100 dunia versi QS World University Rankings (WUR).
Ardian merupakan siswa sekolah unggulan SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, sekolah asrama milik TNI AU.
Sekolah ini mirip seperti SMA Taruna Nusantara di Magelang yang dimiliki TNI AD.
Dari penelusuran TribunSolo.com, Minggu (15/5/2022), Ardian tinggal di Dukuh/Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali.
2. Bukan Anak Orang Kaya

Ayah Ardian Hafidz bernama Mardiyono (48) merupakan tukang bangunan,, sedangkan ibunya, Yuni Puji Astuti (43) punya usaha jasa laundry di rumah.
Prestasi yang ditoreh anak pertamanya itu membuat pasutri ini terharu.
Keduanya tak bisa membendung air matanya saat mengisahkan anaknya diterima di 7 universitas luar negeri yang masuk kategori top University.
Yuni mengaku mendapat informasi jika anak keterima di universitas luar negeri ini dari grup WA orang tua SMA Pradipta Dirgantara, Jumat (13/5/2022).
"Saya langsung terharu. Senang gembira. Alhamdulillah anak saya keterima di luar negeri," ujarnya.
Mengutip TribunSolo 'Ardian Hafidz, Anak Kuli Bangunan Boyolali Jadi Rebutan Kampus Australia'.
3. Beasiswa dari Negara
Yuni yang hanya memiliki penghasilan bersih Rp 50 ribu per hari bakal memiliki anak yang kuliah di luar negeri.
Apalagi, kuliah tersebut bakal di biayai oleh negera melalui program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Bahkan setelah diterima program beasiswa tersebut, ada 6 universitas lain yang meminang Ardian Hafidz.
"Jadi daftarnya itu satu. Yang di UBC (University of British Columbia) tapi kemudian 6 universitas lainnya melamarnya jadi mahasiswa," jelasnya.
Namun, anaknya tersebut akhirnya memutuskan mengambil studi Bachelor of Science di University of British Columbia dengan beasiswa penuh Kemendikbudristek.
4. Suka Membaca daripada Bermain

Mardiyono mengisahkan, sejak kecil anaknya itu memang lebih senang membaca ketimbang bermain dengan anak seumurannya.
Prestasi akademik Ardian kecil di sekolah memang moncer.
Di SD Negeri 2 Nepen maupun SMP Negeri 1 Boyolali, anaknya hampir selalu jadi peringkat pertama di kelasnya, khususnya setelah kelas 4 SD.
"Dia tidak suka main. Sukanya baca-baca. Bahkan sampai saat ini kalau ada kesempatan masih baca buku di perpustakaan daerah Boyolali," jelasnya.
5. Dibantu guru privat
Meski berpenghasilan pas-pasan, Yuni mengaku bisa menyisihkan keuangan untuk memanggil guru privat di rumah.
"Karena dia suka belajar. Saat SD kemudian saya panggilkkan les privat matematika dan bahasa Inggris," jelasnya, Minggu (15/5/2022).
6. Ibadah Tak Pernah Putus
Selain usaha lahiriah itu, usaha batin juga tak pernah Yuni tinggalkan.
Selain selalu mendoakan anaknya setelah sholat lima waktu, Yuni juga hampir tak pernah meninggalkan sholat malam.
"Setelah sholat tahajud. Saya doakan kedua anak saya supaya menjadi anak Sholeh dan Sholihah," ucapnya.
7. Rajin Tahajud Sejak SD
Apa yang dilakukan Yuni juga dicontoh dan dilakukan anaknya, Ardian.
Selama SMP, Ardian Hafidz Annafi selalu bangun sebelum subuh.
Setelah salat tahajud, Ardian Hafidz Annafi membaca-baca buku.
Selain buku pelajaran, berbagai buku bacaan seperti novel dia lalap untuk memenuhi dahaganya membaca.
Sementara itu, Insani guru agama Ardian sewaktu SD mengatakan Ardian merupakan sosok siswa berprestasi sekaligus siswa yang taat dalam beragama.
Insani pun melihat anak didiknya itu tak pernah meninggalkan sholat Dhuha.
"Apalagi saat jelang ujian dulu. Saya tanya, ternyata selain sholat Dhuha, Hafidz (sapaan Ardian) juga sholat malam juga," ungkapnya.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com
Ikuti berita Ardian Hafidz Annafi lainnya.
(TribunSolo|Tri Widodo)