Berita Jawa Timur Hari Ini

Peternak di Gresik Cegah Penularan PMK dengan Memberi Ternak Ramuan Kunir dan Bawang

Mencegah penyebaran sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) para peternak di Gresik memberikan ramuan tradisional.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Rahadian Bagus
SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
ILUSTRASI : Ternak sapi milik warga yang terpapar penyakit PMK di Kabupaten Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM|GRESIK - Mencegah penyebaran sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) para peternak di Gresik memberikan ramuan tradisional.

Ramuan dan pakan tradisional secara turun temurun dipercaya mampu membuat sapi sembuh dari penyakit PMK.

Para pemilik sapi juga membersihkan kotoran di kandang. Baik kotoran padat maupun cair.

Tujuannya menjaga kesehatan sapi. Cara ini dilakukan oleh Wahono Yudho peternak sapi di Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Gresik selama sebulan terakhir.

Gara-gara wabah PMK, dia rela menaruh perhatian lebih kepada sapi-sapinya karena takut terpapar.

Wahono memberikan pakan ekstra bagi sapinya, bentuk pencegahan agar tidak terpapar PMK dia meracik sendiri makanan sapi.

Setiap seminggu sekali dia mencampurkan bubuk kunir pada pakan sapi.

"Untuk jaga kondisi kesehatan, makanan dan lambung, kalau ada bau tidak sedap dari nafas kita kasih bawang putih kita aduk di tempat makanan," ujar Wahono, Jumat (20/5/2022).

Kemudian dia juga mencermati bau dari nafas sapi. Jika ada bau yang tidak sedap langsung diberikan tiga siung bawang putih, ditumbuk, dicampur kalsium.

"Hamil wajib dikasih kalsium agar lebih sehat," terangnya.

Racikan kepada sapi ini diperoleh turun temurun demi mencegah sapo dari penyakit. Wahono juga memberikan pengasapan kecil atau bediang di sekitar area kandang sapi.

Menyemprotkan sedikit cairan solar pada kaki sapi agar tidak ada lalat penyebab virus yang menempel.

"Sudah dari mbah-mbah dulu  kita tidak bergantung obat-obat kimia," tambahnya.

Wahono kemudian memandikan sapi serta membersihkan kotoran sapi yang afa di sekitar area kandang.

Sisa makanan sapi yang tidak habis harus langsung dibuang, agar tidak menimbulkan jamur.

Wahono menuturkan bahwa jangan sampai satu atap dengan rumah. Harus terbuka serta sirkulasi udara harus bebas. (wil)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved