Berita Malang Hari Ini

70 Pejabat Struktural ITN Malang Ikuti Restoration Leadership, Perlu Regenerasi Agar Tetap Eksis

Sebanyak 70 pejabat struktural ITN Malang mengikuti pelatihan kepemimpinan dan outbound di Ubaya Training Centre (UTC), Trawas

Humas ITN Malang
Sebanyak 70 pejabat struktural ITN Malang mengikuti pelatihan kepemimpinan dan outbound di Ubaya Training Centre (UTC), Trawas, Kabupaten Pasuruan pada Jumat-Sabtu (20-21/5/2022) lalu. Ini merupakan rangkaian kegiatan dies natalis ke 53 ITN Malang. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Sebanyak 70 pejabat struktural ITN Malang mengikuti pelatihan kepemimpinan dan outbound di Ubaya Training Centre (UTC), Trawas, Kabupaten Pasuruan pada Jumat-Sabtu (20-21/5/2022) lalu.

Ini merupakan rangkaian kegiatan dies natalis ke 53 ITN Malang

Pejabat struktural yang ikut mulai dari rektorat, dekanat, UPT dan biro. ITN Malang Restoration Leadership bertema Leading Through Commitments (Memimpin Melalui Komitmen) dibuka langsung oleh Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE.

Dalam sambutannya rektor mengingatkan bahwa kepemimpinan ada masanya. Dan setiap masa ada pemimpinnya. "Maka perlu adanya regenerasi sehingga ITN Malang bisa terus berkembang dan eksis," kata Lomi dalam rilis yang dikirim pada suryamalang.com, Selasa (24/5/2022). 

Dikatakan, dalam membangun institusi diperlukan tanggung jawab serta bekerja secara maksimal. Menurut rektor, saat ini ITN Malang cukup terkenal baik regional maupun nasional dengan berbagai prestasi mahasiswa, dosen, maupun institusi. 

Namun perlu disadari bahwa saat ini merupakan era kompetisi. Sehingga dibutuhkan adanya perubahan untuk memberikan nilai positif. "Kita semua kolega, semua teman, tidak perlu membedakan satu sama lain. Harus saling mendukung secara moral untuk bekerja dengan maksimal," paparnya.

Untuk itu perlu menyegarkan lagi dengan kegiatan pelatihan kepemimpinan melalui komitmen untuk menghimpun energi positif dalam membangun ITN Malang. Kedepannya, rektor berharap pelatihan tidak hanya sebatas untuk pimpinan, tetapi juga untuk seluruh tenaga pendidik dan kependidikan (dosen dan staf). 

Sehingga semua elemen di ITN Malang memiliki pemahaman, dan komitmen yang sama terhadap arah dan perkembangan kampus. "Kadang pimpinan kurang bisa menempatkan diri (posisi) dengan staf. Dulu sudah kita coba dengan coffee morning, kemudian pertemuan seluruh prodi di lingkup fakultas. Paling tidak setelah ini (pelatihan kepemimpinan) kita bisa membangun hubungan lebih baik lagi,” imbuhnya. 

Pelatihan kepemimpinan ini juga diikuti oleh Ketua Yayasan P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), Ir Kartiko Ardi Widodo MT. Kartiko menyatakan bahwa pimpinan merupakan pilar-pilar yang akan mendukung kemajuan ITN Malang.  Apalagi yayasan sudah menargetkan ITN Malang untuk go internasional pada 2024-2025.

"Tiap saat kita berharap ITN Malang selalu mengalami perubahan menjadi lebih baik. Bagaimanapun setiap orang memiliki informasi, dan pola pandang yang berbeda. Maka, kegiatan ini bisa menjadi jembatan kita agar memiliki pola pikir yang sama," kata Kartiko. Apalagi di TN Malang merupakan sawah ladang bagi sekitar 400 tenaga pendidik dan kependidikan.

Dimana didalamnya ada ratusan bahkan ribuan anggota keluarga. Maka, perlu adanya upaya yang solid dalam bekerja untuk mempertahankan eksistensi, dan memajukan ITN Malang. Kartiko menuturkan, bentuk sinergi dan kemitraan salah satunya ketika seorang pimpinan tidak hanya bisa menyalahkan, namun juga harus bisa mengarahkan.  Sementara bawahan berhak memberikan usulan. Sylvianita Widyawati

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved