Selasa, 14 April 2026

Berita Tulungagung Hari Ini

Antisipasi Penutupan Jembatan Jeli-Ngadi, Warga Bangun 2 Jembatan Penolong dari Bambu

Warga membangun jembatan penolong yang menghubungkan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung dan Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Warga mengerjakan jembatan penolong Jeli-Ngadi untuk mengantisipasi pembongkaran jembatan utama penghubungi Tulungagung-Kediri. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Warga membangun jembatan penolong yang menghubungkan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung dan Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Jembatan ini dibangun untuk mengantisipasi jembatan utama yang akan dibongkar.

Jembatan Ngadi atau Jembatan Jeli di perbatasan kedua kabupaten rencananya akan dibangun jembatan permanen.

Jembatan ini sudah ambruk sejak Februari 2017, dan saat ini haru dipasang jembatan bailey.

Jika jembatan ini dibongkar, maka warga harus memutar jauh lebih dari 7 kilometer.

"Kami membantu masyarakat supaya tidak harus memutar.  Jadi, kami buat jalur yang cepat dan nyaman," ujar Karminto (46), warga Desa Jeli kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (27/5/2022).

Warga menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta untuk membangun jembatan penolong ini.

Dana swadaya ini antara lain untuk sewa scaffolding penyangga jembatan, membeli kayu, bambu, pengerasan jalan dan konsumsi selama pengerjaan.

Selain itu warga juga menyewa lahan yang dipakai untuk jalan tembus.

Selain itu juga membayar kompensasi, karena jalan ini harus menjebol bangunan gudang milik Pangin, warga Desa Jeli.

"Lahannya kami sewa juga, gudangnya uang dilewati juga begitu. Jadi modalnya memang besar," sambung Karminto.

Mengingat besarnya biaya yang dikeluarkan, Karminto dan kawan-kawan berharap warga pengguna jembatan mau menyisihkan donasinya.

Nantinya akan akan penjaga selama 24 jam, dan kotak amal yang disiapkan.

Diharapkan selama jembatan ini dioperasikan, modal yang dikeluarkan bisa tertutup donasi.

"Selama jembatan utama dibongkar, jembatan alternatif ini akan beroperasi 24 jam. Kalau bisa jangan sampai tidak ngasih (donasi), karena modalnya juga besar," ucap Karminto berkelakar.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved