Berita Sampang Hari Ini

Guru Cantik SMAN 1 Sampang Madura Punya Rekam Jejak Mentereng, Lestarikan Permainan Tradisional

Guru Cantik SMAN 1 Sampang Madura Punya Rekam Jejak Mentereng, Lestarikan Permainan Tradisional

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Hanggara Pratama
Lailatu Maqfiroh (26), guru SMA Negeri 1 Sampang saat berada di kediamannya, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (29/5/2022). 

SURYAMALANG.COM, SAMPANG - Seorang guru cantik di Sampang, Madura, memiliki rekam jejak mentereng terkait permainan tradisional.

Seperti diketahui, di tengah perkembangan zaman, pemainan tradisional sudah jarang dimainkan oleh anak-anak terutama.

Permainan modern yang ada di gadget atau game online berpotensi menggusur permainan tradisional di Nusantara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus oleh Lailatu Maqfiroh, seorang guru cantik di SMA Negeri 1 Sampang, Madura.

Sehingga, perempuan berusia 26 tahun itu bertekad untuk melestarikan permainan anak tersebut, salah satunya Slodor.

Perempuan berparas cantik itu menulis permainan Slodor karena jika tidak didokumentasikan khawatir sewaktu-waktu pasti punah.

Lailatu Maqfiroh mengatakan, setelah menulis permainan Slodor ia langsung mengumpulkannya pada mantan dosen pengampu mata kuliah Masyarakat Kebudayaan Madura di kampusnya, Universitas Trunojoyo Madura.

"Hingga akhirnya permainan yang saya tulis menjadi bagian kumpulan tulisan permainan tradisional se-Madura dan bukunya terbit ber-ISBN," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (29/5/2022).

Lailatul Maqfiroh menjabarkan, permaianan Slodor memerlukan minimal tujuh garis yang harus jelas.

Empat baris lurus ke samping, lalu dua garis lurus menutup samping empat garis tersebut, kemudian ditambah satu garis di tengah.

"Dalam permainan ini membutuhkan 10 orang dibagi menjadi dua kelompok yakni, kelompok penjaga dan kelompok pemain," terangnya.

Menurutnya, manfaat permainan Slodor sangat memberikan kegembiraan kepada anak dan yang paling terpenting melatih bekerja sama anak dalam sebuah tim.

"Termasuk menciptakan jiwa kepemimpinan karena setiap tim harus ada pemimpin yang mengatur kelompoknya masing-masing," pungkasnya.

Update Google News SURYAMALANG.COM

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved