Rabu, 22 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Dugaan Pembunuhan Nenek di Karangploso, Polres Malang Periksa 7 Saksi

Polres Malang memeriksa keterangan tujuh orang saksi dalam kasus dugaan pembunuhan yang menimpa nenek di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satreskrim Polres Malang memeriksa keterangan tujuh orang saksi dalam kasus dugaan pembunuhan yang menimpa nenek di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (7/6/2022).

"Siapa pelakunya masih kami dalami. Saat ini ada tujuh saksi yang kami mintai keterangan yakni tetangga sekitar, keluarga serta saksi yang kali pertama menemukan," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.

Donny menambahkan, di dalam rumah korban ditemukan benda-benda yang dapa membantu polisi menemukan pelakunya.

"Dari laporan anggota di lapangan yang melakukan olah TKP, kami temukan beberapa barang bukti berupa pisau yang digunakan menganiaya dan membunuh korban. Selain itu sebuah handphone juga kami temukan diduga kuat milik korban," ungkapnya.

Baca juga: Nenek di Karangploso Malang Ditemukan Tewas Tak Wajar, Sang Cucu Terluka Parah

Seperti diketahui, seorang nenek di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ditemukan tewas di dalam rumahnya, Selasa (7/6/2022).

Nenek tersebut diketahui bernama Wurlin berusia 76 tahun. Wurlin ditemukan tewas dengan kondisi tidak wajar.

Tetangga korban bernama Tasim menjelaskan, peristiwa mengejutkan tersebut terjadi pada pukul 07:15 waktu setempat.

Saat itu, Saifudin, cucu korban yang bersimbah darah diduga karena luka bacokan berlari meminta pertolongan kepada tetangganya.

Sang cucu mencoba memberikan isyarat jika neneknya juga bersimbah darah karena terluka senjata tajam.

"Saya masih di sawah, tiba-tiba Udin (cucu korban) mendatangi saya menjerit-jerit minta pertolongan. Padahal leher dan perutnya terluka seperti habis kena bacok," ungkap Tasim ketika ditemui di depan lokasi kejadian perkara.

Tasim kemudian bergegas menuju arah rumah Udin. Ia kemudian memanggil warga lain untuk melakukan pertolongan kepada kedua korban.

"Saya gak berani masuk, kemudian saya melapor ke pak RT. Kabarnya sang nenek juga terkapar bersimbah darah dengan ditutup bantal di dalam rumahnya," terang Tosim.

Tasim bersaksi jika peristiwa ini sungguh mengagetkan. Pasalnya ia mengaku tak mengendus keberadaan orang mencurigakan sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

"Korban (nenek tewas) dan cucunya hanya tinggal berdua. Orang tua Udin ini sudah meninggal dunia," sebut Tosim.

Sementara itu, korban M. Saifuddin (17) yang mengalami luka bacok pada leher dan perutnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sedangkan jasad Wurlin (70) dibawa menuju instalasi forensik.

Update Google News SURYAMALANG.COM

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved