Berita Malang Hari Ini

Lebih Dari 20 Prodi di Universitas Negeri Malang Terakreditasi Internasional

Universitas Negeri Malang (UM) mendorong prodi-prodinya berakreditasi internasional.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
UM
Ani Wilujeng Suryani SE MAcctgnFin PhD, Koordinator Akreditasi Intersional UM  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) mendorong prodi-prodinya berakreditasi internasional.

Ada dua lembaga sertifikasi internasional yang dipakai UM, yaitu AQAS dan ASIIN. ASIIN adalah lembaga akreditasi dari Jerman untuk ilmu rekayasa, matematika, sains, pertanian dan biologi.

Sedang AQAS adalah lembaga akreditasi untuk bidang sosial humaniora. AQAS juga berbasis di Jerman.

"UM lebih berkonsentrasi pada ASIIN dan AQAS," jelas Ani Wilujeng Suryani SE MAcctgnFin PhD, Koordinator Akreditasi Intersional UM dalam podcast Cakraloka UM beberapa waktu lalu.

Prodi-prodi yang sudah terakreditasi ASIIN sudah ada di sembilan prodi. Antara lain Prodi S1 Matematika, S1 Pendidikan Fisika dan S1 Pendidikan Biologi. Sedang akreditasi internaisional AQAS sudah di 11 prodi.

Antara lain di S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, S1 Pendidkan Bahasa Jerman di Fakultas Sastra.

Selain itu juga di FIS ada prodi yang sudah mendapat akreditasi internasional AQAS. Serta ada prodi-prodi yang menunggu hasilnya di lima fakultas. Yaitu di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Fakultas Sastra, Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Menurut Ani Wilujeng, akreditasi internasionql sangat penting selain menunjang delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Ketika ada prodi-prodi sudah terakreditasi A, maka UM tentunya ingin terus meningkatkan kualitas.

"Tidak bisa setelah dapat A sudah. Kita ingin ada perbaikan kualitas yang terus menerus. Sehingga kita ingin mendapat akreditasi internasional," jelas Ani.

Selain itu, dengan adanya pengakuan akreditasi internasional, maka lebih dikenal masyarakat luas dan berpeluang mendapatkan lebih banyak mahasiswa asing.

"Juga bisa untuk meningkatkan kolaborasi internasional baik untuk dosen maupun mahasiswa," jelas dia.

Tentang perbedaan mendasar pada saat melaksanakan kegiatan akreditasi nasional dan internasional memang ada.

Para asesor akreditasi internasional memberi perhatian sangat detil pada bagaimana kurikulumnya, bagaimana profil lulusan prodi, bagaimana kurikulum disusun dll.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved