Berita Malang Hari Ini
Gelar Dialog Nasional, Unikama Malang Ajak Mahasiswa Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Unikama Malang menggelar dialog nasional yang bertemakan Pembasisan Pancasila di Era Disrupsi Melalui Nation dan Character building pada Kamis (23/6/
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Malang menggelar dialog nasional yang bertemakan Pembasisan Pancasila di Era Disrupsi Melalui Nation dan Character building pada Kamis (23/6/2022).
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa Unikama ini digelar agar mahasiswa dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung secara offline dan daring tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, Dr Rohman Budijanto SH MH Staf Khusus Bidang Hukum dan Kerjasama internasional Kementerian PMK, Sekretaris Kepala BPIP, Achmad Uzair Fauzan, Joko Irianto Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan dan Ki Cokro Wibowo, Budayawan Jatim.
Dalam pidatonya, Sekretaris Kepala BPIP, Achmad Uzair Fauzan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman berbagai macam suku, budaya dan bahasa.
Oleh karena itu, melihat keanekaragaman ini membutuhkan kemampuan untuk mengelola perbedaan dalam mengurangi perpecahan melalui Bhinneka Tunggal Ika.
"Indonesia memiliki karakter Geo politik yang strategis dalam hubungan antar bangsa. Kalau ini tidak di manage dengan baik, akan menciptakan persoalan pribadi," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Unikama, Dr H Sudi Dul Aji MSi menyampaikan, di era disrupsi saat ini, perlu kiranya diadakan dialog untuk membangun karakter bangsa.
Dia juga mengapresiasi kegiatan dialog nasional ini karena telah menghadirkan narasumber yang kompeten dari berbagai aspek.
"Ada karakter yang harus dibangun di era disrupsi ini. Maka, ada dialog kali ini diharapkan dapat kita peroleh tinjauan-tinjauan dari narasumber,"
Baginya penanaman nasionalisme dan karakter sangatlah penting bagi mahasiswa di era saat ini.
Jika aspek tersebut tidak dijalankan, maka akan ada situasi yang kurang baik yang terjadi.
"Untuk itu, ini sangat penting ditanamkan. Karena berkaitan dengan Ideologi Pancasila ini juga terdapat banyak hal yang harus juga diselesaikan," terangnya.
Sementara Dr Rohman Budijanto SH MH Staf Khusus Bidang Hukum dan Kerjasama Internasional, Kementerian PMK menyampaikan, bahwa tantangan saat ini adalah globalisasi dan kehadiran Revolusi Industri.
Menurut Rohman, disrupsi nyata ditandai dengan perkembangan dunia digital yang hingga masuk ranah pribadi.
Oleh karena itu, jika nilai-nilai Pancasila tidak ditanam, maka akan menjadi sangat berbahaya dan dapat mengancam budaya bangsa.
"Untuk mengatasi hal ini, semua harus bersatu padu sesuai sila ketiga, menguatkan iklim nasional dalam berbagai aspek. Pemerintah telah mencanangkan revolusi Mental. Perlu penguatan bangsa, melalui integritas, gotong royong sehingga terwujud bangsa yang berdaulat, berdikari dan berkiprah berdasar Pancasila," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/universitas-pgri-kanjuruhan-malang-unikama-malang-menggelar-dialog-nasiona.jpg)