Berita Probolinggo

Ojek Kuda yang Palak Pengunjung Gunung Bromo Gara-gara Rekam Video Minta Maaf

Persoalan oknum ojek kuda yang memalak wisatawan di Bromo akhirnya selesai. Oknum ojek kuda akhirnya meminta maaf dan berjanji tak mengulangi lagi

suryamalang.com/tony hermawan
ILUSTRASI : Kurleni Ukar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat berkunjung ke Gunung Bromo, Minggu (6/9/2020). Persoalan oknum ojek kuda yang memalak wisatawan di Bromo akhirnya selesai. Oknum ojek kuda akhirnya meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatan tersebut lagi 

SURYAMALANG.COM|PROBOLINGGO - Persoalan oknum ojek kuda yang melakukan aksi meminta uang Rp 50 ribu kepada pengunjung Gunung Bromo saat merekam video akhirnya tuntas.

Oknum ojek kuda dalam video yang viral beberapa hari lalu, Suyono (52), warga Dusun Cemara Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura menyampaikan permintaan maafnya.

Suyono menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia serta kepada Aldi Abdul Malik, pemilik akun tiktok  @aldidutcho.

Dia juga berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya.

"Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono, pemandu kuda di wisata Gunung Bromo. Meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun tiktok aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi," katanya dalam video permintaan maaf itu.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama TNI dan TNBTS untuk menindaklanjuti video viral tersebut.

"Kepolisian bersama TNI dan TNBTS turun tangan dengan memberikan hukuman untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Langkah cepat ini dilakukan untuk mewujudkan sikap humanis dan menjaga kearifan budaya lokal," katanya, Kamis (23/6/2022).

Dia mengungkapkan dengan adanya permintaan maaf yang disampaikan, yang bersangkutan menyadari dan jera atas apa yang dilakukannya.

Sebab, tindakannya itu tak hanya menyakiti perasaan wisatawan dan masyarakat luas, juga bisa melanggar hukum.

"Pelaku selain membuat kegaduhan dan menyakiti perasaan wisatawan serta masyarakat luas, juga melakukan tindakan pemerasan," tegasnya.

Arsya menambahkan permintaan maaf yang disampaikan oleh yang bersangkutan adalah sebagai bentuk hukuman efek jera yang mengedepankan kondusifitas dan edukasi.

"Mengingat itikad baik dari pelaku pun menjadi alasan untuk diberikan restoratif justice. Apalagi saat ini sektor pariwisata Gunung Bromo kini mulai bangkit semenjak pandemi Covid-19" pungkasnya.

Sebelumnya, Sebuah video yang menunjukkan seorang tukang ojek kuda meminta uang Rp 50 ribu kepada pengunjung Gunung Bromo viral di media sosial.

Video yang diunggah pertama kali oleh akun Tiktok @aldidutcho itu sudah ditonton 8,3juta kali. Warganet juga memberikan 487 ribu like dan 10.000 komentar. Rata-rata warganet menuliskan komentar bernada kritikan.

Berdasar video, pengunjung itu sedang merekam seorang tukang ojek kuda dari belakang di Kaldera Bromo. Mendadak, oknum tukang ojek kuda itu berbalik arah dan meminta uang Rp 50 ribu kepada perekam.

Alasannya, perekam tak minta izin terlebih dahulu saat merekam video. (nen) 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved