Berita Malang Hari Ini

Pasutri Ini Diduga Terlibat Korupsi Penggemukan Sapi RPH Kota Malang Tahun 2017-2018

Penyidik Pidsus Kejari Kota Malang melimpahkan tahap dua tersangka Siti Endah Nugroho dan Andri Mulya serta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Penyidik dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang melimpahkan tahap dua tersangka Siti Endah Nugroho dan Andri Mulya serta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (28/6/2022).

Pasangan suami istri (pasutri) ini diduga terlibat dalam kasus korupsi penggemukan sapi Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang tahun 2017-2018.

Dalam kasus tersebut, pasutri tersebut berperan menjadi pihak ketiga.

"Perkara tersebut secepatnya  disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya," kata Kukuh Yudha Prakasa, Kasubsi Penyidikan Pidsus Kejari Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (29/6/2022).

Saat ini Andri Mulya ditahan di Rutan Medaeng dalam perkara pidana umum.

"Tersangka Siti Endah Nugroho juga sedang menjalani proses persidangan untuk perkara pidana. Saat ini Siti Endah ditahan di Rutan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut bermula pada bulan November 2017.

Menindaklanjuti dasar dari RKAP Tahun 2018, di mana terdapat poin mengenai investasi atau penyertaan modal dari Pemkot Malang sebesar Rp 1,5 miliar.

Selanjutnya, terjadi pertemuan antara PD RPH Kota Malang yang diwakili oleh Plt Direktur PD RPH Kota Malang bernama AA Raka Kinasih dengan Andri Mulya  sebagai Ketua Perkumpulan Revolusi Ternak Indonesia.

Dari pertemuan tersebut, menghasilkan tiga perjanjian kerjasama.

Namun, terdapat penyimpangan dalam perjanjian kerjasama tersebut.

Penyimpangan tersebut antara lain, perjanjian tidak disertai dengan studi kelayakan investasi.

Karena pada kenyataannya, tersangka Andri dan Siti Endah Nugroho tidak memiliki usaha peternakan sapi dan tidak memiliki kandang pemeliharaan.

Lalu, untuk pembayaran atas perjanjian tersebut tidak menggunakan penyertaan modal. Melainkan, menggunakan uang kas PD RPH Kota Malang dengan nominal sebesar Rp 245 juta untuk pembelian 10 ekor sapi.

Tidak hanya itu, tersangka juga hanya mendatangkan 65 ekor sapi dari total keseluruhan 95 ekor sapi yang telah disepakati. Sehingga, tersangka memiliki tanggungan berupa modal pembelian sapi dengan jumlah 30 ekor sapi senilai Rp 820 juta.

Sesuai hitungan BPKP Perwakilan Jatim, kasus ini mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,4 miliar.

Sebagai informasi, mantan Plt Direktur PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang 2017-2018, A.A. Raka Kinasih telah ditahan Kejari Kota Malang dan divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved