Berita Malang Hari Ini
DPRD Kota Malang Minta PT KAI Tak Buru-buru Gusur Bangunan di Jalur KA
DPRD Kota Malang minta PT KAI tidak terburu-buru menggusur bangunan di sepanjang jalur KA mulai Stasiun Kotalama sampai Depo Pertamaina.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Komisi B DPRD Kota Malang minta PT KAI Daop 8 Surabaya tidak terburu-buru menggusur bangunan di sepanjang jalur KA mulai Stasiun Kotalama sampai Depo Pertamina Comboran.
Sesuai jadwal, PTKAI akan sterilisasi jalur ini mulai akhir Juli 2022.
"Semoga timeline rencana ini diperpanjang agar warga memiliki waktu lebih longgar untuk pindah," ucap Trio Agus, anggota Komisi B DPRD Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (30/6/2022).
Trio mengapresiasi PT KAI yang akan membentuk tim untuk sosialisasi kepada warga sebelum sterilisasi.
Menurutnya, perpanjangan waktu sterilisasi ini karena sisi kemanusiaan.
"Karena waktu segitu, mereka tidak bisa pindah ke mana," terangnya.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi juga minta perpanjangan eksekusi bangunan agar warga dapat mencari tempat tinggal baru yang lebih baik.
"Saya minta eksekusi secara bertahap dan investigasi ulang atas penertiban bangunan di sepanjang jalur kereta api ini," ujar Arif.
Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif berjanji akan menyampaikan usulan DPRD Kota Malang tersebut ke atasannya dan tim.
"Keputusannya ada di tim," kata Luqan.
Luqman mengungkapkan sepanjang jalur KA dari Stasiun Kotalama sampai Depo Pertamina cukup membahayakan warga dan perjalanan KA.
Ada sekitar 3-4 kali kereta api Pertamina yang melintas di jalur sepanjang 1,3 Kilometer itu per hari.
"Demi keselamatan warga dan KA, kami sosialisasi tahapannya, termasuk di DPRD Kota Malang," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/perkampungan-warga-di-comboran-kota-malang.jpg)