Berita Tulungagung

Pasar Hewan Sepi, Pedagang Kambing Tulungagung Andalkan Pemasaran Online

Sepinya pasar hewan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku, memaksa para pedagang kambing di Tulungagung memasarkan hewan ternak mereka secara online

Jumlah kambing yang dijual di PHT Tulungagung sangat terbatas terbatas. Sepinya pasar hewan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku, memaksa para pedagang kambing di Tulungagung memasarkan hewan ternak mereka secara online 

SURYAMALANG.COM|TULUNGAGUNG - Muhni (43), salah satu pedagang kambing di  Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung mengejar salah satu pembeli.

Warga Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan ini akhirnya menyerahkan kambingnya dibeli seharga Rp 2.700.000.

Padahal kambing jantan ukuran jumbo ini seharusnya laku Rp 3.000.000 lebih.

"Kondisi pasar memang sepi sekali. Terpaksa dijual dengan untung tipis," ujar Muhni.

Ia mengaku sudah menjual lima ekor kambing yang dibawanya ke PHT.

Semuanya terjual dengan harga di bawah harga pasaran pada umumnya.

Diakui Muhni, isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) turut berdampak pada penjualan kambing.

"Padahal yang terserang adalah sapi. Tapi sampai sekarang penjualan kambing masih lesu," keluhnya.

Dalam situasi normal, penjualan kambing menjelang hari raya korban akan terdongkrak.

Namun sampai saat ini penjualan di pasar hewan masih lesu.

Ia berharap para Pahing berikutnya, pasaran di PHT, terjadi penjualan karena semakin dekat dengan Idul Adha.

"Yang saya khawatirkan banya yang tidak berkorban karena ada PMK. Semoga saja tidak," ucap Muhni. 

Sejak merebaknya wabah PMK penjalan hewan ternak termasuk kambing menjadi lesu.

Untuk mengatasi situasi ini, Muhni mengak lebih mengandalkan pemasaran secara daring.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved