Berita Malang Hari Ini

Sosok Dessy Prayogo, Wanita Asal Malang Sukses Kembangkan Usaha Fashion dan Kuliner sampai Bali

Dessy Prayogo (29) sukses memiliki usaha di bidang fashion dan kuliner.

Penulis: Rizal Vanani | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Rizal Fanany
Dessy Prayogo (29) sukses memiliki usaha di bidang fashion dan kuliner. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dessy Prayogo (29) sukses memiliki usaha di bidang fashion dan kuliner.

Pengusaha muda asal Malang ini jatuh bangun mengembangkan usahanya sampai akhirnya usahanya tercapai. 

Dessy mengawali usaha dengan berjualan pakaian wanita yang dipasarkan secara online pada tahun 2016.

Ide usaha itu berawal dari kegemarannya berbelanja pakaian.

Kemudian dia berpikir untuk mencari peluang. 

"Semakin hari semakin laku. Saya bersyukur usaha ini masih jalan sampai sekarang," kata Dessy kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (5/7/2022).

Dessy memasarkan produk fashion bernama Lets Dress Up ini hanya melalui Instagram.

Dessy menawarkan pakaian dari Amerika Serikat seharga antara ratusan ribu rupiah sampai Rp 1 juta. 

"Saya jual busana untuk wanita muda, seperti gaun ke pesta, dan busana casual. Semua impor dari Amerika Serikat. Desainnya memang jarang ada di Indonesia, tapi harganya miring," terangnya.

Dessy membuka usaha fashion ini karena karakter wanita sekarang cenderung tidak ingin menggunakan pakaian yang itu-itu saja. 

Dessy yakin berjualan pakaian wanita tidak akan pernah rugi asal mengetahui target pasar dari produk tersebut. 

"Cewek itu gampang bosan soal pakaian. Perempuan akan belanja mencari sesuatu yang baru. Target pasar saya untuk pakaian ini adalah wanita kelas menengah ke bawah," katanya.

Wanita yang tinggal di Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kota Malang ini bisa meraup omset sampai puluhan juta rupiah per bulan.

Setiap bulan penjualan pakaiannya pun bisa laku mencapai ribuan pieces. 

Usaha pakaian Dessy sempat berhenti saat pandemi sempaCovid-19 karena adanya pembatasan pengiriman barang dari Amerika Serikat ke Indonesia.

"Saya tidak tahu, mengambil barang dari Amerika susah sekali saat awal pandemi itu. Jadi, saya tutup selama satu tahun close."

"Kemudian saya buka lagi. Sekarang saya ada dua pegawai yang mengurus usaha pakaian," katanya. 

Setelah sukses dengan usaha fashion, Dessy mengembangkan usaha di bidang kuliner. 

Dessy bergabung sebagai franchise dari Teras Japan Yakiniku BBQ di di Jalan Tukad Barito No. 99x, Denpasar Selatan, Kota Denpasar pada Juli 2021.

Dessy memilih Bali karena memiliki peluang yang besar untuk mencari konsumen atau pelanggan dibandingkan daerah lainnya.

Menurutnya, daya tarik para generasi Z di Bali untuk mencari kuliner masih tinggi. 

Selain itu, konsep dari usaha tersebut mengusung kaki lima atau angkringan sehingga sangat strategis bagi pembeli dan tidak terlalu merogoh kocek cukup dalam

"Target pasarnya bukan wisatawan mancanegara, tetapi lokal atau warga Bali sendiri. Memang saat itu banyak restoran sepi. Tapi kuliner kaki lima masih bertahan, dan setiap hari ramai aja," katanya. 

Menu andalan yang disajikan adalah daging tora bomber, gyu tan, tenderloin, baby bomb, mabo ramen, dan sebagainya.

Pembeli cukup mengeluarkan uang antara Rp 28 ribu sampai Rp 78 ribu untuk menikmati hidangan di Teras Japan.

Wanita berlatar belakang pendidikan pariwisata ini juga membuka usaha lain di Bali bernama ELA! x ABSOLUTEA pada 2 Juli 2022.

ELA! x ABSOLUTEA  menawarkan minuman dan makanan ringan aneka donat

Dessy belajar dari teman-temannya dan learning by doing soal berbisnis.

Menurutnya, ketika seseorang ingin memulai bisnis, sikap yang diperlukan adalah tidak pernah lelah untuk memasarkan produknya.

"Saya itu selalu belajar dari temen-temen bisnis saya. Saya juga autodidak. Ketika mulai suatu usaha, pengusaha harus mengetahui target market dari produk, dan perlu mengidentifikasi kelebihan dari produk yang kita punya," ungkapnya.

Dessy harus bolak-balik dari Malang ke Bali untuk mengimbangi kehidupan antara keluarga dan bisnis. 

"Saya berkomunikasi dengan suami untuk segala permasalahan bisnis. Dia juga seorang entrepreneur. Dukungannya full support."

"Saya sekitar seminggu dalam sebulan di Bali, kemudian kembali ke Malang untuk mengontrol bisnis,” terangnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved