Berita Trenggalek Hari Ini

Tetapkan Status Darurat PMK, Pemkab Trenggalek Bisa Pakai Dana BTT untuk Penanganan Wabah PMK

Pemkab Trenggalek telah menetapkan status darurat penyakit mulut dan kuku atau PMK pada akhir Juni 2022.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
Pemkot Malang
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek telah menetapkan status darurat penyakit mulut dan kuku atau PMK pada akhir Juni 2022.

Dengan penerapan status itu, Pemkab dapat menggunakan dana Belanja Tak Terduga atau BTT untuk penanganan wabah PMK.

Plt Kepala Dinas Peternakan Trenggalek, Nur Kholiq mengatakan pihaknya akan mendapat tambahan dana BTT untuk penanganan PMK sebesar Rp 450 juta.

"Dana tersebut kemungkinan bisa kami mulai pakai pada pertengahan Juli ini," kata Kholiq kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (3/6/2022).

Dana tambahan itu akan dipakai salah satunya untuk pengadaan obat-obatan untuk sapi yang terpapar PMK.

Saat ini stok obat di gudang obat Dinas Peternakan Trenggalek telah habis, baik vitamin maupun antibiotik.

"Maka kami akhir-akhir ini gencar untuk melaksanakan vaksinasi PMK," ucapnya.

Tambahan dana juga akan dipakai untuk penguatan sumber daya manusia (SDM).

Kholiq cukup kewalahan untuk menangani wabah PMK.

Jumlah sapi terinveksi juga semakin banyak dari hari ke hari.

Kini, lebih dari seribu sapi terinveksi PMK.

Puluhan di antaranya mati dan dipotong paksa. Sementara sapi yang telah sembuh belum cukup signifikan jumlahnya.

"Semoga tambahan dana itu, penanganan bisa lebih cepat lagi dan penularan bisa lebih terkendali," katanya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved