Berita Jember Hari Ini

Burung Gagak Hitam Jadi Mahar Penggandaan Uang di Jember, Dukun Gadungan Tak Penuhi Janji

Burung gagak hitam menjadi mahar untuk penggandaan uang di Jember. Ternyata burung gagak hitam itu hanya media untuk penipuan bermodus dukun gadungan

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
suryamalang/ tribun
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Burung gagak hitam menjadi mahar untuk penggandaan uang di Jember.

Ternyata burung gagak hitam itu hanya media untuk penipuan bermodus dukun gadungan yang dilakukan Moch Shodiq.

Pria asal Lumajang tersebut menipu Nanang Santoso (42) sebesar Rp 26 juta.

Polisi sudah menangkap Shodiq yang berperan sebagai dukun pengganda uang.

Polisi menyita kaleng biskuit, ubo rampe berupa gula, tulisan lafaz, dan jimat.

Penipuan modus penggandaan uang ini bermula saat ada warga Jember yang memperkenalkan Nanang dengan Shodiq.

Orang tersebut menyebut Shodiq bisa menggandakan uang.

Sejak perkenalan tersebut, Nanang seperti orang linglung.

Orang tersebut dan Shodiq berjanji bisa menggandakan uang.

Nanang cukup menyediakan burung gagak hitam dan beberapa barang lain sebagai mahar.

Pelaku minta Nanang mengirim uang untuk membeli burung gagak hitam dan beberapa barang lain.

"Saya transfer lima kali sampai totalnya Rp 26 juta lebih. Kata si dukun, uang itu untuk membeli burung gagak hitam, dan keperluan lain supaya uang gaibnya bisa segera diproses," ujar Nanang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (6/7/2022).

Saat proses pengambilan uang gaib, pelaku memberikan kaleng biskuit berisi tiga lemba uang pecahan Rp 100 ribu ke Nanang.

Pelaku minta Nanang membawa pulang kaleng biskuit tersebut.

Namun uang tidak bisa langsung dipakai. Kaleng biskuit itu harus dibakari dupa sebelum dipakai.

Setelah proses tersebut, Nanang memakai dua lembar uang untuk bertransaksi di toko.

"Ternyata uang tersebut tidak kembali ke kaleng seperti yang dijanjikan dukun. Akhirnya saya baru sadar kalau tertipu," imbuhnya.

Kanitreskrim Polsek Semboro, Bripka Anton Wijaya mengatakan pihaknya sudah menangkap dukun gadungan tersebut.

"Pelaku adalah orang Lumajang. Dia pindah-pindah tempat tinggal. Dia juga pernah tinggal di Surabaya," ujar Anton.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved