Berita Probolinggo Hari Ini

Pemkab Probolinggo Dukung Acara Motor Trail di Kawasan Bromo, Beri Pesan Ini ke Penyelenggara

Pemkab Probolinggo dukung pelaksanaan Adventure Trail & Mountain Bike Independent Day 3 Bromo Volcano Series. 

suryamalang.com/danendra
Ilustrasi Kawasan Wisata Alam Bromo. Baru ini warga Tengger menolak acara Adventure Trail & Mountain Bike Independent Day yang bakal digelar pada Minggu (28/8/2022) 

SURYAMALANG.COM|PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendukung pelaksanaan Adventure Trail & Mountain Bike Independent Day 3 Bromo Volcano Series. 

Lebih jelas, dukungan diberikan selama pelaksanaannya dilangsungkan di wilayah wewenang Pemkab Probolinggo

Penyelenggara, Adventure Trail & Mountain Bike Independent Day 3 Bromo Volcano Series, yakni First One Jersey Factory, telah melakukan pemaparan mengenai acara dengan Pemkab Probolinggo

Pemaparan dilakukan di rumah dinas Plt. Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko, Jalan Imam Bonjol, Mayangan, Kamis (21/7/2022). 

"Kami, Pemkab Probolinggo mendukung acara tersebut. Sepanjang pelaksanaannya berada di wilayah Pemkab Probolinggo," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, usai pemaparan. 

Sugeng mengungkapkan, jika acara dilaksanakan di Lautan Pasir atau kawasan konservasi lain merupakan keputusan mutlak pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) untuk mengeluarkan izinnya. 

Oleh karena itu, penyelenggara diminta untuk berkoordinasi dengan pihak BBTNBTS. 

"Kalau masuk ke zona di luar wilayah Pemkab Probolinggo, BBTNBTS yang berwenang mengkaji sekaligus memberikan izin," ungkapnya. 

Ia menambahkan, di sisi lain, yang tak boleh dikesampingkan pula oleh penyelenggara, duduk bersama dengan romo dukun dan masyarakat Tengger. 

Sebab, di kawasan wisata alam Gunung Bromo terdapat tempat yang disakralkan oleh masyarakat Tengger. 

"Penekanan bagi penyelenggara, untuk memperhatikan aturan adat dan menjaga alam. Selain itu, jangan sampai acara motor trail dan mountain bike ini mengganggu wisatawan. Kerjasama dengan pelaku jasa wisata harus dijalin," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Tengger yang bermukim di wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menolak acara tersebut digelar. Mereka menilai bila acara itu digelar berpotensi menimbulkan bermacam dampak buruk. 

Antara lain mengganggu aktivitas wisata, area sakral dan konservasi rawan diterobos peserta. 

Sementara, penyelenggara sudah menyiapkan skema penjagaan agar peserta tak nyelonong masuk ke tempat sakral dan konservasi. 

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved