Berita Surabaya Hari Ini

Sidang Pencabulan Santriwati Terdakwa Mas Bechi Dipantau Langsung Kompolnas RI, Ini Alasannya

Ketua Kompolnas Benny Mamoto memantau sidang lanjutan putra kiai ponpes di Jombang, Mas Bechi atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati,di PN Surabaya

surya.co.id/Luhur Pambudi
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti tampak menemani Ketua Kompolnas Benny Mamoto untuk memantau sidang lanjutan putra kiai salah satu Ponpes di Jombang, Mas Bechi atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati, di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/8/2022). 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA-Komisioner Kompolnas Poengky Indarti tampak menemani Ketua Kompolnas Benny Mamoto untuk memantau sidang lanjutan putra kiai ponpes di Jombang, Mas Bechi atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati, di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/8/2022). 

Sama-sama mengenakan setelan pakaian kemeja batik, keduanya tampak duduk di kursi tunggu sisi barat di dalam Ruang Sidang Cakra, tempat berlangsungnya sidang yang diagendakan mendengar keputusan sela dari Majelis Hakim yang diketahui Hakim Sutrisno. 

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, kedatangannya dalam sidang tersebut, hanya sebatas untuk memantau jalannya proses peradilan yang menjerat Mas Bechi

Proses pengawasan sekaligus pemantauan, tak cuma dilakukan saat perkara tersebut mulai disidangkan di PN Surabaya, pada Senin (18/7/2022) kemarin. 

Namun, lanjut Poengky, pengawasan yang dilakukannya sudah dilakukan sejak kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan kepolisian, dalam hal ini, Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. 

"Kami juga memantau dan kemudian ketika dilanjutkan ke persidangan pengadilan kami juga memantau, kami mendukung pelaksanaan proses peradilan yang fair yang adil dan juga melindungi korban pelecehan seksual," katanya di lorong Kantor PN Surabaya, Senin (8/8/2022). 

Selain memastikan agar jalannya persidangan berbuah keadilan bagi pihak korban. Perempuan berpakaian batik warna merah itu, juga berharap kasus tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar tidak terjadi kasus kejahatan serupa dikemudian hari. 

"Ini bagian dari kami bersama bersama melakukan pengawasan agar ada efek jera dan tidak terulang lagi di Indonesia, kita sama sama melakukan kampanye ini," ujarnya. 

Di singgung mengenai hasil putusan sela dalam sidang yang menghendaki berlangsungnya sidang secara tatap muka dengan melibatkan terdakdwa di dalam ruang sidang. 

Poengky menegaskan, pihaknya tetap menghormati ketetapan yang telah diputuskan oleh pihak majelis hakim dalam persidangan. 

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved