Rabu, 8 April 2026

Berita Batu Hari Ini

Perum Perhutani Regrouping Sejumlah Anak Perusahaannya

Perhutani luncurkan Inhutani I dan Inhutani V serta rebranding identitas Palawi Risorsis menjadi Econique di kawasan wisata Coban Rondo

Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/Benni Indo
Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menjelaskan, Inhutani I fokus pada produk kayu berbasis engineering wood product, biomass, pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon (carbon trade), pengembangan multiusaha kehutanan, serta optimalisasi kawasan konsesi hutan alam dan hutan tanaman. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Perhutani luncurkan regrouping anak perusahaan berupa merger subholding Perhutani Group pada Inhutani I dan Inhutani V serta rebranding identitas Palawi Risorsis menjadi Econique di kawasan wisata Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jumat (26/8/2022).

Dalam keterangan resmi Perhutani, regrouping anak perusahaan ini untuk strategi product focus.

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menjelaskan, Inhutani I fokus pada produk kayu berbasis engineering wood product, biomass, pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon (carbon trade), pengembangan multiusaha kehutanan, serta optimalisasi kawasan konsesi hutan alam dan hutan tanaman.

Sedangkan Inhutani V fokus pada produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gondorukem, terpentin, dan derivatnya, serta optimalisasi pemanfaatan kawasan melalui skema kemitraan untuk pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan multiusaha kehutanan.

"Selanjutnya Econique akan berfokus pada ekowisata. Selain mengelola destinasi wisata di bawah naungannya, bisnis wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Inhutani I akan dialihkelolakan secara bertahap kepada Econique. Pada 2022 terdapat 26 destinasi wisata dan 6 rest area yang akan dialihkelolakan," ujar Wahyu, Jumat (26/8/2022).

Wahyu mengatakan, merger ini diharapkan bisa menumbuhkan potensi bisnis. Perhutani Group memiliki skala ekonomi usaha dan pangsa pasar yang lebih besar serta akses yang lebih luas daripada sebelumnya.

Merger ini juga membentuk sinergi potensial sehingga Perhutani Group siap menghadapi persaingan usaha nasional dan global. 

"Merger ini akan mempermudah knowledge sharing, salah satu bentuk sinergi potensial antara induk dan anak perusahaan. Pengembangan penelitian dan sumber daya manusia yang telah dilakukan Perhutani Forestry Institute dapat pula diimplementasikan oleh anak perusahaan," katanya.

Perhutani memperhitungkan, merger anak perusahaan ini akan berdampak pada efisiensi dalam pengembangan usaha Perhutani Group, yaitu dengan saling tukar informasi, tukar keunggulan yang dimiliki masing-masing, baik anak maupun induk perusahaan.

“Menuju Perhutani Baru, kami ingin berubah dengan cepat bersama-sama di tengah dinamika yang terjadi saat ini. Ke depannya, Perhutani sebagai induk perusahaan akan fokus pada hulu bisnis, yaitu kelestarian sumber daya hutan dan kelestarian hasil hutan,” tegas Wahyu.

Sekretaris Jendral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sambutannya yang disampaikan Plt Staf Ahli Menteri Bidang Pangan, Apik Karyana mengatakan sangat mendukung tema yang diusung Perhutani, yaitu ‘Perhutani Baru’.

“Semoga proses transformasi ini dapat membawa Perhutani dan anak perusahaannya menjadi perusahaan plat merah yang handal, sehat, dan profesional sehingga pada akhirnya dapat membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia” ujarnya.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan restukturisasi BUMN termasuk penataan anak perusahaan bertujuan untuk mendorong perusahaan BUMN fokus pada bisnisnya sehingga mampu memberi kontribusi pada peningkatan pertumbuhan perekonomian negara dan masyarakat.

Sebagai BUMN yang masuk ke cluster Perkebunan dan Kehutanan, Perum Perhutani juga telah mewujudkan upaya restrukturisasi ini.
 
“Dengan  merger anak perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional dalam hal efektifitas pengelolaan sumber daya hutan sehingga berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan dan juga lingkungan, serta meningkatkan kinerja finansial perusahaan pasca merger. Disamping itu, alih kelola bisnis wisata kepada anak perusahaan juga diharapkan dapat meningkatkan fokus pada pengelolaan bisnis ekowisata," terangnya. (Benni Indo)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved