Polres Batu

Seorang Ayah di Kota Batu Cabuli Anak Tirinya

– Satuan Reserse Kriminal Polres Batu mengamankan WD, lelaki berusia 42 tahun karena melakukan tindak pidana pelecehan seksual kepada anak tirinya.

IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM|BATU – Satuan Reserse Kriminal Polres Batu mengamankan WD, lelaki berusia 42 tahun karena melakukan tindak pidana pelecehan seksual kepada anak tirinya.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yussi Purwanto menerangkan, WD telah berperilaku cabul kepada anak tirinya itu sejak empat tahun yang lalu.

Laporan tindak pidana ini masuk ke Polres Batu pada 24 Agustus 2022. Kini, WD telah diamankan di Polres Batu.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku pertama kali melakukan pelecehan ketika usia penyintas 12 tahun. Saat itu, penyintas duduk di bangku SMP.

Pelaku memberikan janji-janji palsu agar penyintas mengikuti keinginannya. Janji-janji palsu itu membuat penyintas tak berdaya. Janjinya, salah satunya yakni akan membelikan ponsel pintar.

“Namun ketika keinginan pelaku dipenuhi, penyintas tidak mendapatkan ponsel seperti yang dijanjikan. Ponsel itu tak kunjung dibelikan sampai saat ini," ungkap Yussi.

Pelaku melakukan aksinya ketika keadaan rumah sepi atau ketika malam hari. Ketika penyintas duduk di kelas 10 tingkat menengah atas, aksi pelecehan sempat dihentikan oleh tersangka.

“Namun tersangka melakukan aksi pencabulan kembali seperti memegang area sensitif dan lain sebagainya," papar Yussi.

Ibu korban mengungkapkan, awal mula kasus ini terungkap ketika penyintas bercerita bahwa ia merasa tidak aman berada di rumah.

Sang ibu penasaran dan mencoba mencari lebih jauh alasan buah hatinya mengatakan itu.

“Ketika saya tanya kenapa, korban mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari ayah tirinya," ujar ibu korban.

Di sisi lain terungkap bahwasanya pelaku melakukan tindak kekerasan kepada penyintas.

Tindak kekerasan fisik itulah yang mengakibatkan penyintas tidak berani melaporkan peristiwa yang ia alami.

"Setelah mendengar cerita itu, saya melaporkan ke Polres Batu," imbuhnya.

Pelaku telah menikah dengan ibu penyintas pada 2016 lalu. Akibat perbuatannya itu, pelaku disangka pada UU No 35 Tahun 2014 Pasal 81 Ayat 3 KUHP tentang persetubuhan dan Pasal 82 Ayat 2 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved