Berita Batu Hari Ini

Sehari Tangani 20 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Dinsos Batu Butuh Shelter

Dinsos Kota Batu menangani setidaknya 20 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) setiap bulan, terdiri anak jalanan, gelandangan, dan pengemis

suryamalang.com/Benni Indo
Pengemis di sekitar Kantor BCA Kota Batu yang sering datang ketika hari besar atau libur panjang. Dinsos Batu membutuhkan shelter untuk penanganan PPKS. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Dinas Sosial Kota Batu menangani setidaknya 20 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) setiap bulannya.

PPKS di Kota Batu terdiri atas anak jalanan, gelandangan serta pengemis. Jumlahnya bisa melonjak ketika jelang hari besar atau libur panjang.

Sekretaris Dinsos Kota Batu, Adiek Iman Santoso mengatakan, penanganan PPKS di Kota Batu masih sebatas kedaruratan awal.

Penanganannya belum mampu menyentuh rehabilitasi sosial karena belum memiliki shelter rehabilitasi sosial. Penanganan masalah kerentanan sosial itu pun masih berjalan parsial. 

"Mestinya tugas Dinsos membantu mereka keluar dari kerentanan sosial. Akibat dari belum memiliki shelter rehabilitasi, sulit melakukan penanganan secara holistik agar mereka terbebas dari permasalahan sosial. Selama ini sebatas dimandikan, dikasih makan, dikasih baju. Tapi mereka kembali lagi ke jalan," papar Dedek sapaan akrabnya.

Dinsos Kota Batu telah menyusun perencanaan shelter rehabilitasi sejak 2018 lalu. Hanya saja, rencana itu terbengkalai. Pihaknya pun melakukan peninjauan kembali terkait perencanaan itu yang diikuti pula usulan draft Perwali Kota Batu menyangkut rehabilitasi layanan PMKS.

"Lewat Perwali itu, harapan kami, kepala daerah memberi mandat kepada Dinsos Batu agar mengelola dan membina masyarakat rentan kesejahteraan sosial. Tentunya dikelola dalam unit bernama shelter rehabilitasi sosial," tutur Dedek.

Jika usulan itu terealisasi, Dinsos membidik gedung eks Satpol PP Kota Batu yang berada di dekat simpang tiga Pendem. Gedung itu dinilai representatif dijadikan pusat rehabilitasi sosial.

Aksesnya pun cukup memadai untuk menjangkau fasilitas-fasilitas publik, semacam rumah sakit. Anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan rehabilitasi sosial berkisar Rp1,7 miliar.

"Pastinya kebutuhan untuk sarana prasarana penunjang mengacu pada Permensos nomor 19 tahun 2019 tentang standar nasional rehabilitasi sosial. Serta Permensos nomor 19 tahun 2020 tentang asistensi rehabilitasi sosial. Butuh juga SDM kompeten di bidang rehabilitasi sosial," papar dia

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved