Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

Dampak Harga BBM Naik di Blitar, Keuntungan Perajin Kendang Jimbe Menipis

Kenaikan harga BBM berdampak pada perajin kendang jimbe di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Pekerja memproduksi kendang di tempat kerajinan kendang jimbe milik Suparno di Kelurahan Sentul, Kota Blitar, , Kamis (15/9/2022). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Kenaikan harga BBM berdampak pada perajin kendang jimbe di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Biaya operasional perajin kendang jimpe naik sekitar 15-20 persen dampak kenaikan harga BBM.

Sedang, harga jual kendang jimbe belum naik. 

Perajin kendang jimbe, Suparno (51) sangat merasakan dampak kenaikan harga BBM terhadap usaha kerajinan kendang jimbenya.

"Saat awal-awal kenaikan harga BBM sangat terasa dampaknya bagi perajin kendang. Biaya operasional naik sekitar 15-20 persen," kata Suparno kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (22/9/2022).

Untuk memproduksi kendang jimbe, Suparno membutuhkan solar sebagai bahan bakar diesel yang menggerakkan mesin bubut.

Ia menggunakan satu mesin diesel untuk menggerakkan empat mesin bubut.

Bapak satu anak itu butuh lima sampai enam liter solar untuk memproduksi 100 biji kendang jimbe.

Hampir dua pekan ini, harga solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. 

"Produksi masih tetap jalan, sehari rata-rata memproduksi 100 biji kendang. Sebelum pandemi, produksinya bisa 300 biji per hari," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved