Berita Malang Hari Ini

Ciptakan Lapangan Kerja, Pemkot Malang Gagas Program Padat Karya Melalui PAK 2022

Pemerintah Kota Malang baru saja menggagas program padat karya yang diinisiasi oleh DPUPRPKP Kota Malang

rifky edgar/suryamalang.com
ILUSTRASI - Progres pembangunan Fly Over Jembatan Kedungkandang sudah 50 persen, DPUPRPKP targetkan akhir Desember progres pembangunan rampung, Jumat (25/9/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah Kota Malang baru saja menggagas program padat karya yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.


Program padat karya ini tercetus melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 ini yang saat ini sedang dibahas dengan anggaran mencapai Rp 2 miliar.


Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, bahwa program ini diperuntukan untuk kegiatan pengerukan sampah/sedimen pada drainase-drainase.


"Jadi program ini nanti yang bekerja lebih banyak manusia (warga) untuk pengerjaan kegiatan pembangunan di perkampungan," ucapnya, Kamis (22/9/2022).


Diah menambahkan, bahwa tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang membutuhkan. 


Artinya, kegiatan pembangunan lebih banyak menggunakan tenaga manusia dibandingkan dengan tenaga mesin. 


“Karena sesuai instruksi pemerintah pusat program padat karya dialokasikan untuk membantu perekonomian warga. Menjaga dampak dari inflasi belakangan ini,” terangnya.


Meski demikian, pihaknya masih belum mengetahui, wilayah mana saja yang nantinya masuk dalam program padat karya ini.


Dalam waktu dekat ini, pihaknya masih akan menyusun detailnya yang diukur dari kebutuhan alokasi per masing-masing kegiatan. 


Program padat karya ini pun sudah merupakan kesepakatan bersama Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang untuk memberi stimulus kepada warga. 


"Saya kira ini bagus. Karena dapat bermanfaat bagi warga. Apalagi baru saja masyarakat terdampak kenaikan BBM," ucap Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.


Politisi PDI-P itu meminta kepada masyarakat yang ingin menjadi bagian dari program padat karya ini mengajukan RTRW.


"Yang jelas, Spj-nya PUPR yang mengerjakan. Tapi pekerjanya masyarakat. Dan ini merupakan bagian dari memberikan stimulus kepada warga," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved