Minggu, 3 Mei 2026

Berita Tulungagung Hari Ini

Pikolo Masuk Pesantren di Tulungagung, Ternyata Curi Motor dan HP

Residivis berinisial AW alias Pikolo sempat masuk Pondok Pesantren Tahfidz Al Islam, Dusun Sedayu, Desa Suwaru, Kecamatan Bandung, Tulungagung

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
wartakota
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Residivis berinisial AW alias Pikolo sempat masuk Pondok Pesantren Tahfidz Al Islam, Dusun Sedayu, Desa Suwaru, Kecamatan Bandung, Tulungagung pada 15 September 2022.

Pria asal Desa/Kecamatan Kauman ini mencuri motor Yamaha Mio GT milik santri di pesantren tersebut.

"Tersangka memanfaatkan situasi saat semua santri sedang Salat Ashar," terang Iptu M Anshori, Kasi Humas Polres Tulungagung kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (24/9/2022).

Saat santri sedang salat, Pikolo ke dalam rumah dan mengambil tiga telepon genggam milik para santri.
Pikolo juga mengambil kunci motor di atas meja, dan membawa kabur motor milik santri berinisial DBF (22). 

"Sebenarnya korban mendengar mesin motornya menyala. Tapi dia masih fokus salat," sambung Anshori.

Setelah salat, DBF segera memeriksa motor miliknya.

Ternyata motor Yamaha Mio GT nopol AG 2463 BV miliknya sudah hilang.
Kemudian DBF melaporkan pencurian tersebut ke Polsek Bandung.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya mendapat petunjuk, pelaku pencurian itu mengarah pada sosok Pikolo.

Sebelumnya Pikolo diketahui pernah masuk penjara dalam perkara pencurian

Polisi menangkap Pikolo saat nongkrong di warkop, pada Minggu (18/9/2022).

 "Kami tangkap tersangka di warkop di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Kami juga menemukan motor milik korban," ujar Anshori. 

Selain sepeda motor korban, polisi menemukan  lebih banyak barang bukti yang diduga hasil curian, seperti helm merek GHM EXO warna hitam abu-abu, ponsel Realme warna ungu dan lima emas mini (mini gold), masing-masing 0,05 gram.

Selain itu ada sebuah dompet hitam berisi STNK Yamaha Vixion tahun 2010 nomor polisi AG 6164 RDM, atas nama R Priyambodo.

Kepada penyidik Pikolo mengaku telah menjual 3 telepon genggam yang dicurinya di kawasan Terminal Bungurasih Surabaya.

Setiap ponsel dihargai Rp 200.000 oleh pembelinya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved