TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Anak Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, Diangkat Menjadi Anak Asuh Polresta Malang Kota
Anak yatim korban Tragedi Stadion Kanjuruhan diangkat sebagai anak asuh Polresta Malang Kota.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta dan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto takziah ke rumah duka pasutri korban meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Selasa (4/10/2022).
Di rumah duka yang terletak di Jalan Bareng Raya 2G RT 14 RW 8 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen tersebut, mereka langsung memberikan semangat moril kepada anak korban, Muhammad Alfiansyah yang masih berusia 11 tahun.
Usai memberikan semangat moril dan takziah, mereka memberikan santunan tali asih kepada Muhammad Alfiansyah.
Seperti diketahui, Muhammad Alfiansyah menjadi yatim piatu, usai kedua orangtuanya yang bernama Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30) menjadi korban meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto turut berduka cita dan berbela sungkawa kepada para korban musibah Tragedi Stadion Kanjuruhan.
"Kami turut berduka cita terhadap musibah tragedi Stadion Kanjuruhan. Semoga, semua korban husnul khotimah. Dan kami juga menyampaikam permohonan maaf, dengan adanya insiden ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (4/10/2022).
Pria yang akrab disapa BuHer ini menjelaskan, bahwa tujuan takziah tersebut adalah ingin merasakan empati korban musibah tersebut.
"Tujuan kami kesini, kami ingin berempati. Kami menyampaikan kalau orang telah meninggal, maka segala sesuatu tidak bisa membangkitkan kembali. Tetapi, kita akan mengambil suatu hikmah dengan musibah ini,"
"Semoga, ini bisa memperat silahturahmi kami dengan adik Alfian (Muhammad Alfiansyah). Dan ini menjadi silaturahmi yang baik, yang kita pupuk terus," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, BuHer juga menyampaikan bahwa Muhammad Alfiansyah diangkat sebagai anak asuh Polresta Malang Kota.
"Adik Alfian tadi menyampaikan, bahwa memiliki cita-cita menjadi seorang polisi dan ia masih duduk di kelas 5 SD. Sehingga, kita harus menata kondisi fisik dan kesehatannya harus terjaga,"
"Untuk biaya sekolah, adik Alfian diangkat menjadi anak asuh Polresta Malang Kota. Mengenai biaya pendidikan hingga kelas 3 SMA, kami telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Bank Jatim termasuk untuk biaya kehidupan sehari-hari," bebernya.
BuHer juga menambahkan, dengan bantuan yang diberikan tersebut, dapat meringankan beban korban dan keluarga korban Tragedi Stadion Kanjuruhan.
"Memang bantuan yang diberikan ini tidak bisa mengembalikan nyawa, tetapi kami hadir untuk sedikit membantu dan merasakan empati para korban," tandasnya.