Sabtu, 11 April 2026

Tragedi Arema Vs Persebaya

Bagas Dengar Aremania Teriak Histeris Minta Tolong

Bagas Satria berbaring lemah tak berdaya di atas kasurnya. Kaki kirinya patah dan kaki kananya mengalami lecet akibat tragedi Kanjuruhan.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Bagas Satria menunjukkan hasil Rontgen patah tulang kaki sebelah kiri, Kamis (13/10/2022) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bagas Satria berbaring lemah tak berdaya di atas kasurnya. 

Kaki kirinya patah dan kaki kananya mengalami lecet akibat tragedi Kanjuruhan.

Luka itu membuat Bagas tidak bisa berjalan kaki.

Bagas merupakan saksi hidup Tragedi Kanjuruhan. Pria berusia 19 tahun itu hingga kini belum bisa lepas dari ingatannya di malam 1 Oktober 2022.

Setiap malam dia tidak bisa tidur nyenyak.

Suara teriakan minta tolong masih menghantuinya di telinga.

Anak ketiga dari Moh Sopii'i itu menceritakan, saat menonton Arema vs Persebaya dia berada di tribun 12.

Tribun 12 menjadi tribun favoritnya saat menonton pertandingan Arema FC.

Bagas masih ingat betul peristiwa di malam itu.

Bahkan, gas air mata yang dilontarkan oleh aparat tepat berada di depan kaki kanan Bagas.

Dia pun berlari menyelamatkan diri. Di saat itulah, dia pisah dengan keempat temannya yang lain.

"Gas air mata itu tepat berada di depan kaki kanan saya. Saya pun berlari ke atas tribun menyelematkan diri. Saya pisah dengan teman-teman saya," ucap Bagas kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/10/2022).

Saat di atas tribun, Bagas melihat tribun berdiri Stadion Kanjuruhan di sisi selatan dipenuhi oleh kepulan asap gas air mata.

Disitulah dia berusaha menghindari kepulan asap gas air mata. 

"Rasanya mata perih. Dada saya sesak dan tenggorokan saya kering," kenangnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved