Breaking News

TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Mana Dukungan Untuk Devi Athok ? Bapak 2 Aremanita Ini Sebenarnya Tetap Ingin Autopsi Tapi Takut

Devi Athok Yulfitri mengaku kini merasa takut dan membatalkan keinginan autopsijenazah 2 putrinya, korban Tragedi Kanjuruhan. Ia butuh dukungan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/ Kukuh Kurniawan
Devi Athok Yulfitri saat ditemui di kediamannya. Devi mengakui takut meskipun dalam hati ingin jenazah kedua putrinya korban Tragedi Kanjuruhan diautopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya 

Tapi belakangan Devi justru harus dibuat berfikir ulang karena kondisi yang dialaminya jadi berbeda. 

Semakin ke sini ia merasa tak mendapat dukungan dari siapapun .

Ia heran, ada131 Aremania korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan (saat itu), tapi  kondisi tiba-tiba jadi berbalik, semua sorotan dan seolah semua beban ditujukan padanya seorang diri justru saat dia secara terbuka menyatakan bersedia jenazah keluarganya diautopsi .

Padahal keinginannya itu sejalan dengan keinginan Ketua Panpel Arema FC, TGIPF dan banyak pihak yang menuntut kasus Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.

Hingga akhirnya ia menandatangani surat pernyataan mencabut kesediaan autopsi.

Pada SURYAMALANG.COM Devi Atok Yulfitri mengungkapkan, ada dua alasan mengapa ia mencabut pernyataan kesediaan melakukan autopsi tersebut.

"Yang pertama, kalau dilakukan autopsi, yang terlibat tidak hanya dari pihak polisi saja, melainkan juga ada pihak luar (yang ikut dilibatkan). Kalau enggak ada hal itu, ya enggak usah (dilakukan autopsi)," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (19/10/2022).

Devi ingin autopsi bisa dilakukan juga oleh pihak netral selain dari kepolisian.

Ketika tak ada kepastian tentang pihak-pihak mana saja di luar polisi yang melakukan autopsi , Devi pun jadi berfikir ulang.

Lalu alasan yang kedua, dia heran karena tidak ada terlihat dukungan dan keinginan dari para keluarga korban meninggal Tragedi Kanjuruhan yang lain untuk melakukan autopsi.

"Kenapa pihak keluarga dari korban meninggal Tragedi Kanjuruhan yang lainnya enggak ikut mengajukan autopsi. Kalau usut tuntas, ya harus berkorban dan jangan hanya bicara. Yang saya sesalkan sampai sekarang ini, kok cuma saya yang bikin pengajuan otopsi, yang lainnya kemana kok tidak ikut bikin pengajuan autopsi?," ungkapnya.

Devi juga mengaku didatangi oleh sejumlah anggota kepolisian yang langsung datang ke rumahnya.

Seingat Devi, ia mendapat kunjungan dari pihak kepolisian sebanyak tiga kali.

Kedatangan aparat kepolisian ini, bukan dalam rangka pengancaman. Namun, mereka menanyakan soal maksud autopsi tersebut.

"Tiga kali (didatangi polisi). Mereka datang rombongan. Enggak ada perkataan pengancaman, tapi kan didatangi saja takut," jujurnya.

Akhirnya, pada tanggal 17 Oktober 2022, ia pun memutuskan mencabut kesediannnya untuk autopsi terhadap kedua jenazah putrinya.

Dimana keputusan mundur dari autopsi tersebut, disampaikan melalui surat yang ia tulis ketika pihak kepolisian datang ke rumahnya.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved