Berita Malang Hari Ini

BPBL di Malang Raya, Seniti Semringah dapat Bantuan Pasang Baru Listrik

Sebanyak 2343 rumah tangga tidak mampu di Malang Raya mendapat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESD

suryamalang.com/Purwanto
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenaga Listrikan Kementrian ESDM Dwi Nugroho (kiri) di dampingi Anggota Komisi VII DPR RI Moreno Soeprapto (kanan) memasang stiker warga penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Seniti di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (14/11/2022). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasang Program Bantuan Pasang Baru Listrik sebanyak 2343 titik di Malang Raya yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 2343 rumah tangga tidak mampu di Malang Raya mendapat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Seniti (60) termasuk warga yang mendapat bantuan listrik tersebut.

Nenek asal Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini semringah mendapat BPBL.

Rumah sudah puluhan tidak teraliri listrik langsung. Selama ini Seniti menyalur listrik dari rumah warga lain.

Hanya ada beberapa lampu di rumah Seniti. Rumah Seniti pun sangat minim peralatan elektronik.

"Sekarang saya tidak nunut listrik ke warga lain," ungkap Seniti, Senin (14/11/2022).

Buruh tani ini tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan listrik tersebut.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, MP Dwi Nugroho mengatakan BPBL merupakan bantuan pemasangan baru listrik bagi rumah tangga tidak mampu.

Bantuan ini meliputi instalasi tenaga listrik dan biaya pemasangannya, biaya sertifikasi laik operasi, biaya penyambungan baru ke PT PLN, dan pengisian token listrik perdana.

"Penerima BPBL wajiv tercatat dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos). Penerima BPBL pun harus berdomisili di Daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T), dan atau sesuai validasi kepala desa atau lurah," beber Dwi.

"Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian ESDM, DPR RI, dan PT PLN," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Moreno Soeprapto mengatakan program tersebut berjalan masif di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pemerintah juga akan menambah kuota listrik untuk mendukung pemerataan listrik nasional.

"Masih banyak masyarakat yang butuh listrik baru. DPR RI, Kementerian ESDM, dan PLN berinisiatif membuat program bantuan pemasangan baru listrik dengan kuota 80 ribu se-Indonesia," kata Moreno.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved