Berita Kediri Hari Ini
Kisah Erwin Dewi Kusniandra Menjadi Juru Bahasa Isyarat
Erwin menceritakan, awal mula menyukai bahasa isyarat yaitu waktu kecil melihat acara di televisi ada bahasa isyarat yang membuatnya tertarik.
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Yuli A
Saat mengajar Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sidoarjo, anak pertama dari tiga bersaudara ini mengaku tengah hamil di tahun 2018.
Karena suaminya punya rumah di belakang RSUD Kabupaten Kediri, dirinya harus rela pergi dan pulang setiap hari dari Kediri menuju Sidoarjo. Dengan keadaan hamil sampai 9 bulan, dia tetap semangat mengajar dan tidak pernah mengeluh.
"Kalau kendala pastinya tidak ada, karena setiap perjalanan kesana saya sering berhenti di rumah makan Kabupaten Jombang untuk istirahat sebentar," urainya.
Erwin mengungkapkan, pada awal tahun 2020 dirinya mulai mengajar siswa tuna grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat C Dharmawanita Pare. Di samping itu, dia juga mendapatkan tawaran dari temannya yang purna menjadi kepala sekolah untuk menjadi juru bahasa isyarat di Polres Kediri.
"Sebenarnya tujuannya hanya untuk memperkenalkan semuanya dari kaum difabel, hanya saja komunikasinya berbeda," tambahnya.
Ibu dua anak ini, mengaku setiap hari maupun waktu senggangnya dirinya mengedit video yang di dalamnya berisi lagu dengan gerakan bahasa Isyarat.
Tetapi, saat ini menggunakan aplikasi tik-tok yang dicover dengan musik. Bahkan, teman-temannya juga sering meminta atau request lagu.
Erwin juga berpesan kepada masyarakat supaya jangan sampai ada diskriminasi kepada mereka yang difabel.
Ia pun berharap dengan kemampuan yang dimiliki bisa membantu banyak pihak terutama para difabel.
"Semoga dengan terjun ke profesi ini bisa membantu banyak masyarakat terutama yang memiliki kebutuhan khusus untuk lebih mudah memahami informasi yang ada," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Erwin-Dewi-Kusniandra-34-juru-bahasa-isyarat-asal-Sidoarjo-yang-kini-mengajar-di-SLB-Kediri.jpg)