Senin, 18 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Waspada Cuaca Ekstrem di Kabupaten Malang, Ini Cara Prediksi Bencana Hidrometeorologi

BPBD Kabupaten Malang mengimbau warga agar waspada cuaca ekstrem pada penghujung 2022.

Tayang:
Editor: rahadian bagus priambodo
SURYA/PURWANTO
ILUSTRASI ILUBANJIR: Pengendara melintas jalan yang tergenang banjir di Jl Danau Toba, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, Jumat (11/11/2022). Banjir tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mogok. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - BPBD Kabupaten Malang mengimbau warga agar waspada cuaca ekstrem pada penghujung 2022.

Curah hujan di Kabupaten Malang diprediksi cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi adanya bencana hidrometeorologi, berikut ini cara memprediksi adanya bencana tanah longsor dan banjir.

Kabupaten Malang bila dilihat dari letak geografis dan geologis memungkinkan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memetakan di daerah ini ada sekitar 17 kecamatan dengan rawan bencana.

Di antaranya ada Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak, Kalipare, Pakis, Singosari, Tumpang, Tajinan, Wajak, Dampit, Tirtoyudo, Ampil Gading, hingga Donomulyo.

Bagi warga Kabupaten Malang yang tinggal di kecamatan di atas diharapkan siaga akan adanya bencana hidrometeorologi.

Khususnya bencana hidrometeorologi,  banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga tanah retak.

"Warga harus waspada dan siaga jika suatu saat terjadi bencana," ungkap Sadono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Malang.

Namun, warga diminta untuk tidak panik. Sebab, ada beberapa cara untuk memprediksi adanya bencana.

Sadono menyebutkan, untuk memprediksi adanya bencana tanah longsor bisa dilihat dari munculnya sumber mata air baru.

"Jika akan terjadi tanah longsor biasanya di perbukitan itu keluar sumber air baru. Atau muncul retakan-retakan tanah. Hal ini yang harus diwaspadai," ungkapnya.

Selain itu, warga juga harus waspada dan peka terhadap aliran sungai, atau drainase. Karena aliran air tersebut juga menjadi pemicu adanya banjir. 


"Sungai dan drainase harus diperhatikan, meskipun hanya lintasan air, tapi itu bisa meluber. Artinya jika dibiarkan saja bisa menjadi banjir bandang," tegasnya.

(sumber : suryamalang.com/Lu'lu'ul Isnainiyah)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved