Sabtu, 11 April 2026

Travelling

Jalan Berliku Bisnis Bakso Bakar di Malang, Nanik Percaya pada Kerja Karyawan

Kejujuran menjadi kunci sukses Nanik Sujiati (53) dalam mengembangkan Warung Lesehan Bambu Wulung yang berlokasi di Jalan Raya Sumbersekar, Kecamatan

Editor: Zainuddin
suryamalang.com/Septyana Cahyani Eka Saputri
Proses Pembakaran Bakso Bakar di Warung Lesehan Bambu Wulung Dau, Sabtu (19/11/2022), siang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Kejujuran menjadi kunci sukses Nanik Sujiati (53) dalam mengembangkan Warung Lesehan Bambu Wulung yang berlokasi di Jalan Raya Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Tidak ada mesin kasir dan CCTV di warung milik Nanik. Nanik sangat percaya pada kerja karyawan.

"Saya pernah mendapat tawaran mesin kasir. Tetapi rata-rata karyawan adalah ibu rumah tangga yang sudah tua. Mereka pasti kesulitan mengenal mesin kasir. Akhirnya saya memilih untuk menghitung manual," kata Nanik kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (19/11/2022).

Sang suami, Mulyono (54) juga pernah ingin pasang CCTV. Tapi, Nanik khawatir pemasangan CCTV itu akan berpengaruh pada kinerja karyawan.

"Saya khawatir karyawan menjadi takut karena gerak-geriknya akan selalu terawasi,” kata Nanik.

Awal Nanik hanya ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Nanik mulai kebingungan ketika anak semata wayangnya akan masuk sekolah.

Kemudian Mulyono menyarankan Nanik berjualan bakso. Mulyono memberi ide untuk membuat bakso bakar.

"Bakso bakar hanya ada di Kota Malang saja. Sedangkan di desa saya masih belum ada. Akhirnya saya membuka usaha bakso bakar,” ujar Nanik.

Pasangan suami istri (istri) ini bermodal Rp 3 juta untuk memulai bisnis. Nanik menggunakan uang tersebut untuk membeli peralatan.

Saat itu Nanik membeli daging 2 Kilogram (Kg) untuk pentol halus dan pentol kasar.

“Ketika penjualan meningkat, saya buat pentol halus 5 kilogram, dan pentol kasar 5 kilogram. Total ada 1.000 biji pentol,” tutur Nanik.

Sebagai pembeda, Nanik mengonsep bangunan warung terbuat dari bambu wulung yang berwarna hitam.

"Kata suami, biar dan mudah diingat oleh orang,” ungkap Nanik.

Nanik pernah membuka cabang di belakang kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Beji, Kota Batu. Kemudian Nanik cabang tersebut karena sepi peminat.

“Mungkin rezeki saya ada di warung ini. Meskipun ramai atau sepi, tetap jalani saja,” tutur Nanik.(Septyana Eka Saputri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved