Berita Arema Hari Ini

Manajemen Arema FC Akui Pasca Tragedi Kanjuruhan Berada di Titik Nol

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa  berdampak cukup besar bagi Arema FC.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Pemain dan Manajer Arema FC berdoa di monumen Patung Singa saat tiba di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022). Para pemain dan manajer Arema FC melakukan tabur bunga di area Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sebagai bentuk empati banyaknya suporter yang meninggal usai laga antara Arema FC VS Persebaya, Sabtu (1/10/2022) 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa  berdampak cukup besar bagi Arema FC.

Manajemen Arema FC pun mengakui, pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC berada di titik nol.

Klub berjuluk Singo Edan itu, bahkan harus diusir dari Stadion Kanjuruhan akibat sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI.

Belum lagi, mereka ditinggal oleh Presiden mereka Gilang Widya Pramana atau Juragan J99 sebelum kompetisi berakhir.

"Arema FC kondisinya jujur kami sampaikan kini berada dalam kondisi titik nol. Meskipun kami telah membangun berbagai aspek kontruksi tata kelola klub dengan baik, sepertinya mengalami penderitaan, runtuh lebur dan harus kembali bangkit menata ulang tata kelolanya," ucap Manajer Bisnis Arema FC, Yusrinal Fitriandi kepada Surya, Rabu (23/11/2022).

Pria yang akrab disapa Inal itu menyampaikan, aspek lain yang dihadapi Arema FC ialah bagaimana Arema FC harus membangun kepercayaan kepada para stakeholder sepakbola.

Mulai dari pemangku kepentingan di Malang Raya, sponsorship, suporter serta pihak yang terlibat langsung dalam aktifitas pengelolaan di Arema FC sendiri.

Seperti pembinaan di Akademi Arema mulai dari siswa didik kategori usia, grassroort sampai usia 20 tahun.

Belum lagi saat ini terdapat fenomena baru di Malang.

Di mana Aremania sedang fokus dalam mencari keadilan untuk Tragedi Kanjuruhan.

Sedangkan Arema FC fokus dalam melakukan pemulihan pasca Tragedi Kanjuruhan ini.

"Kami juga harus menjalani operasional klub, di mana kompetisi terhenti, mulai yang senior sampai kelompok umur,"

"Arema FC juga harus melakukan revitalisasi struktur pengelolaan klub, karena kini beberapa posisi mengalami kevakuman organisasi," urainya.

Meski demikian, Inal tidak merespons saat ditanya terkait dengan total kerugian Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan ini.

Dia hanya menjelaskan soal dampak yang dialami tim dan manajemen Arema FC pasca malam kelam pada 1 Oktober 2022 itu.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved