Berita Surabaya Hari Ini

Cerita Dosen ITS Peraih Habibie Prize Termuda dalam Sejarah

Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS, Naufan Noordyanto, meraih Habibie Prize 2022 untuk Bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan.

Editor: Yuli A
MOHAMMAD ZAINAL ARIF
Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS, Naufan Noordyanto peraih Habibie Prize Tahun 2022 untuk Bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan saat di Graha ITS Surabaya, Kamis (24/11/2022). 

REPORTER: MOHAMMAD ZAINAL ARIF

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Naufan Noordyanto, dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih Habibie Prize 2022 untuk Bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan.

Selain sebagai penerima termuda, Naufan yang masih berusia 32 tahun ini juga mencetak rekor sebagai penerima Habibie Prize yang pertama dari ITS.

Ahli di bidang kebudayaan lewat karya kesenian, Naufan memberanikan diri mendaftar dalam seleksi penghargaan Habibie Prize Tahun 2022 lewat jalur institusi yakni ITS. 

Naufan mengaku berfokus dalam intensitas kegiatan dalam mencipta karya seni sebagai produk pengetahuan terutama di bidang desain, yang kemudian ia daftarkan di penghargaan ini. 

“Reputasi yang saya apply dibuktikan dengan pengalaman kegiatan, rekognisi dari dunia internasional, serta kegunaannya,” ujar Naufan kepada SURYA.co.id di Graha ITS Surabaya, Kamis (24/11/2022).

Walaupun terbilang masih cukup muda, lelaki asal Pamekasan, Madura ini telah memiliki segudang prestasi dan mengenyam berbagai pengalaman di tingkat lokal, nasional, serta internasional. 

Naufan telah mempublikasikan sekitar 300 karyanya dalam lebih dari 200 event atau festival, publikasi seni atau desain internasional, serta tidak kurang dari 20 event dan festival seni nasional. 

“Adapun karya tersebut total sudah dipamerkan di 45 negara di dunia,” jelas Naufan.

Hebatnya lagi, berbagai karya Naufan pernah dievaluasi dan dipamerkan bersama dengan karya para tokoh desain populer dunia. 

Sebut saja David Carson, Niklaus Troxler, Milton Glaser, Ivan Chermayeff, Armando Milani, dan sebagainya. 

“Kalau di DKV, teori dari tokoh-tokoh tersebut juga menjadi bahan ajar kami, Alhamdulillah saya pernah pameran juga bersama karya mereka,” ucapnya bangga.

Salah satu karya Naufan yang berupa poster juga pernah digunakan dalam konferensi perubahan iklim pada tahun 2021 di Skotlandia. 

Di skala nasional, lima karyanya terpilih sebagai lima desain maskot terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Serang, Kabupaten Belitung, Lumajang, Sampang, dan Pamekasan. 

“Saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ITS untuk kebermanfaatan masyarakat, serta proyek-proyek non-profit di Pamekasan,” jelasnya.

Dosen yang menjadi bagian dari Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan ini mengaku mendapat banyak dukungan dan bantuan dari ITS. 

Ia mengucapkan apresiasi yang besar, khususnya terhadap jajaran pimpinan ITS, pimpinan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), serta manajemen departemen DKV ITS.

“Mereka banyak mendukung terutama saat menyambut tamu dari BRIN ketika datang ke DKV dalam rangka membuat profil saya untuk penganugerahan,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved