Berita Gresik Hari Ini

Pria 19 Tahun Paksa Semburit Anak 9 Tahun di Gresik

KORBAN SEMBURIT. Pria 19 tahun memaksa semburit seorang bocah 9 tahun di Gresik. Jika tidak menuruti nafsu bejat pelaku, anak itu terus diancam. 

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yuli A
Tribunnews.com
Ilustrasi 

KORBAN SEMBURIT. Pria 19 tahun memaksa semburit seorang bocah 9 tahun di Gresik. Jika tidak menuruti nafsu bejat pelaku, anak itu terus diancam. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Bocah berusia sembilan tahun di Gresik, Jawa Timur menjadi korban semburit atau sodomi oleh pria 19 tahun.

Saat ini Satreskrim Polres Gresik tengah mengusut kasus perbuatan bejat pelaku kepada korban berinisial AR. 

Terhitung sejak enam bulan laporan, Unit Satreskrim Polres Gresik akhirnya melakukan gelar perkara. Diketahui korban mengalami pelecehan seksual pada 30 April lalu, kemudian tanggal 23 Mei dilaporkan ke Polisi. 

Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Tiga kali mengirim surat panggilan kepada pelaku berinisial H yang masih berusia 19 tahun.

"Hari ini kami gelar perkara, kami cek, nanti hasilnya akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih, Senin (28/11/2022). 

BACA JUGA: Astaga! Sekretaris Desa Lakukan Semburit dengan 19 Bocah di Aceh

Diketahui, H sudah dua kali mangkir panggilan polisi. Alasannya terduga pelaku bejat itu mengalami gangguan jiwa. Hepi menambahkan, untuk membuktikan kejiwaan terduga pelaku berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sosial Gresik. 

"Mohon waktu, nanti kami sampaikan perkembangannya," imbuhnya. 

Sebelumnya, korban AR mengalami trauma akibat perbuatan bejat H Yang merupakan tetangganya. AR masih duduk di bangku sekolah. 

Peristiwa tanggal 30 April lalu membuat masa kecil korban hancur. Saat itu korban bersama dua temannya sedang mancing di tepi pantai, lalu dihampiri oleh H. 

Korban yang masih polos diajak ke tempat sepi. Lalu korban melancarkan aksi bejat. 

Orang tua korban, ST mengaku anaknya dalam kondisi trauma. Jika tidak menuruti nafsu bejat pelaku, anaknya terus diancam. 

"Anak saya diancam akan diikat di pohon," ujarnya.

Perbuatan bejat pelaku mengiris hati ST. Anaknya menjadi murung. Satu bulan tidak ke luar rumah hingga lari ketakutan saat melihat pelaku.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved