Berita Gresik Hari Ini

Inilah Tampang 5 dari 14 Tukang Pencak Pembunuh Pedagang Nanas di Gresik

Polisi Gresik baru menahan 5 dari 17 tukang pencak pembunuh pedagang nanas di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yuli A
willy abraham
Polisi Gresik menahan 5 dari 14 tukang pencak pembunuh pedagang nanas di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik. Kelima pesilat itu adalah DN, MA dan AJ yang berusia 18 tahun, kemudian AE berusia 22 tahun dan AL berusia 29 tahun. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Polisi Gresik baru menahan 5 dari 14 tukang pencak pembunuh pedagang nanas di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik.

Kelima pesilat itu adalah DN, MA dan AJ yang berusia 18 tahun, kemudian AE berusia 22 tahun dan AL berusia 29 tahun.

"Lima orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdan, Selasa (29/11/2022).

Kelima tersangka ini adalah anggota salah satu perguruan silat. Mereka menghajar korban Eko Bayu Asmoro  (21) asal Desa Sumberejo Kecamatan Malo, Bojonegoro, hingga tewas. AL disebut-sebut sebagai dalangnya.

Kelima pesilat ini kabur usai menganiaya korban hingga tewas. Ada yang diamankan polisi di Driyorejo, ada pula yang harus diantar orangtuanya ke Polsek Driyorejo.

Aldhino, sapaan akrabnya, menjelaskan, penganiayaan pertama dilakukan tujuh orang. Mereka tidak terima korban memakai baju perguruan silat.

Korban diajak duel hingga babak belur. Kemudian tersangka AL ini kembali menghubungi rekan - rekannya dan datang lagi sekitar tujuh orang. Tujuh orang itu melakukan penganiayaan kembali.

Total ada 14 orang yang menganiaya korban yang ternyata hanyalah seorang pedagang buah nanas. Korban menghembuskan nafas terakhir di pasar.

"Lima di antaranya sudah kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Semua pelakunya akan kami buru," tegasnya.

DIBUNUH PARA PENGECUT - Eko Bayu Asmoro (21) asal Desa Sumberejo Kecamatan Malo, Bojonegoro, saat saat menikah dengan Nur Widya (21).
DIBUNUH PARA PENGECUT - Eko Bayu Asmoro (21) asal Desa Sumberejo Kecamatan Malo, Bojonegoro, saat saat menikah dengan Nur Widya (21). (dokumen keluarga)

Diketahui, korban Eko Bayu Asmoro adalah seorang pedagang nanas yang tidak ada kaitannya dengan perguruan silat.

Eko saat kejadian tidak sengaja mengenakan baju perguruan silat. Namun, para pelaku beringas menghajar korban beramai-ramai.

Eko telah dimakamkan di Bojonegoro. Pedagang buah nanas yang baru berjualan tiga bulan itu, meninggalkan seorang istri yang tengah hamil tujuh bulan. Mengandung anak pertamanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved