Berita Arema Hari Ini

Jiwa Besar Aremania, Tolak Liga 1 dengan Sistem Bubble I

Lanjutan Liga 1 putaran pertama musim 2022/2023 dengan sistem bubble mendapatkan penolakan tegas dari Aremania

Official Arema FC
Arema FC Official, Singo Edan akan melakoni enam pertandingan dalam rentang waktu 17 hari mulai 7-23 Desember 2022. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Lanjutan Liga 1 putaran pertama musim 2022/2023 dengan sistem bubble mendapatkan penolakan tegas dari Aremania yang tergabung dalam posko Tim Gabungan Aremania (TGA).

Aremania dengan tegas menolak sistem bubble, agar suporter dari klub lain dapat bebas mendukung tim kesayangan dalam berlaga baik kandang maupun tandang.

Dengan besar hati, Aremania meminta kepada PSSI agar Aremania saja yang dihukum dan menerima sanksi untuk tidak mendukung dan menyaksikan Arema FC berlaga.

Seperti diketahui, imbas dari Tragedi Kanjuruhan, Aremania telah dihukum untuk tidak bisa menyaksikan Arema FC hingga akhir musim nanti.

"Di sini Aremania tetap berjiwa besar. Kejadian Kanjuruhan Liga 1 biarlah kami yang dihukum,"

"Hukuman ini tetap kami jalani. Biar kami yang dihukum. Biarkan saudara kami, suporter-suporter lain untuk mendukung timnya," ucap Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, diambil dari pernyataan sikap TGA pada Minggu, (4/12/2022) malam.

Yuli tidak ingin ada klub lain menerima hukuman seperti yang dirasakan oleh Arema FC dan Aremania.

Pentolan Aremania itu menginginkan lanjutan kompetisi Liga 1 tetap berjalan dengan semestinya tanpa menggunakan sistem bubble.

Agar suporter lain tetap bisa menyaksikan dan mendukung tim kebanggaannya berlaga baik kandang maupun tandang.

"Biarkan sepak bola Indonesia berjalan dengan semestinya. Luka ini, sanksi ini, biar Aremania yang menerima. Biarlah kami yang berjuang untuk mencari keadilan,"

"Biarkan hak saudara kami, suporter yang lain bisa menonton dengan keadaan yang aslinya. Jangan sampai karena kami suporter lain kena getahnya. Resiko ini kami tanggung, apapun keadaannya kami tetap berjuang, karena inilah kami Aremania," ujar Yuli.

Yuli juga menyampaikan, bahwa Aremania saat ini sedang fokus untuk mencari keadilan, agar Tragedi Kanjuruhan dapat diusut sampai tuntas.

"Biarlah kami berjuang untuk mencari keadilan sampai tuntas. Jangan sampai ada tim lain dihukum karena Aremania dan Arema," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved