Selasa, 5 Mei 2026

Ngawi Jaga Produktivitas Beras Sepanjang Tahun 2022

Ngawi berhasil menjaga produktivitas beras sepanjang tahun 2022. Produksi beras di Ngawi surplus sebanyak 91,26 ribu ton pada November 2022.

Tayang:
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra
Ilustrasi beras 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ngawi berhasil menjaga produktivitas beras sepanjang tahun 2022. Produksi beras di Ngawi surplus sebanyak 91,26 ribu ton pada November 2022.

Ngawi tercatat sebagai daerah tertinggi surplus gabah se-Indonesia. Saat ini surplus gabah di Ngawi pada Desember 2022 sebanyak 15,75 ribu ton atau tertinggi kedua se-Indonesia setelah Kabupaten Karawang pada Desember 2022.

"Alhamdulillah, tingginya produktivitas beras maupun padi di kabupaten/kota sangat berarti terhadap stok beras di Jatim dan nasional. Insya Allah, stok beras dalam kondisi aman sampai Desember 2022, bahkan surplus," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (6/12/2022).

BPS mencatat luas panen padi di Jatim mencapai 1,7 juta hektare dengan produksi padi sebesar 9,69 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara beras 5,59 juta ton pada tahun ini.

Capaian ini merupakan produksi GKG tertinggi secara nasional. Angka tersebut dihitung berdasarkan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang memanfaatkan citra satelit dari LAPAN.

Sementara itu, luasan panen padi di Jatim mencapai 171,46 ribu hektare dengan perkiraan produksi sebesar 980,8 ribu ton GKG atau setara dengan 637 ribu ton beras pada November dan Desember 2022.

Sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim pada November hingga Desember 2022 sebesar 514 ribu ton.

"Insya Allah stok beras di Jatim masih surplus. Kami masih ada stok untuk mencukupi pasokan di pasar, dan aman," ujarnya.

Produksi beras di penggilingan di Jatim untuk skala kecil sampai besar tetap produksi. Mayoritas digunakan untuk memenuhi pasar atau konsumsi masyarakat.

"Diperkirakan produksi beras dan pasar di Jatim masih sangat cukup, aman, dan terkendali sampai Desember 2022," terangnya.

Khofifah berharap Jatim tetap mempertahankan sebagai lumbung pangan nasional dan tidak impor beras.

"Kami berharap pemerintah pusat tidak impor. Bulog dapat menyerap stok dalam negeri secara optimal sesuai harga yang berlaku sehingga membantu sekaligus mensejahterakan petani," tandasnya.

Operasi Pasar

Sejumlah daerah mulai menggelar atau siap-siap menggelar operasi pasar untuk menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pemkab Jember menggelar operasi pasar di Pasar Tanjung, Pasar Mangli, dan Pasar Kreongan. Pemkab menggelar pasar murah di tiga lokasi tersebut agar daya beli masyarakat tetap stabil.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved