Berita Malang Hari Ini
Lustrum Ke 12, UB Malang Santuni Panti Asuhan dan Lembaga Pendidikan Seputar Kampus
Universitas Brawijaya (UB) diadakan doa bersama dan pemberian santunan pada panti asuhan Islam dan non Islam, lembaga pendidikan dan daerah terdampak
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, MALANG-Merayakan lustrum ke 12 Universitas Brawijaya (UB) diadakan doa bersama dan pemberian santunan pada panti asuhan Islam dan non Islam, lembaga pendidikan dan daerah terdampak bencana, Kamis (8/12/2022) di Masjid Raden Patah.
Salah satu penerimanya adalah Panti Asuhan Darul Aitam at Taqqa di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Slamet Riyadi pengasuh ponpes menyatakan membawa 10 anak yatim. "Selain anak-anak dapat, panti asuhan juga mendapat sendiri," jelas Slamet Riyadi pada suryamalang.com.
Lembaganya sudah enam kali diundang tiap kali UB ada kegiayan dies natalis. "Kami tidak punya donatur tetap. Jadi memasang kotak amal di depan panti. Biasanya ada saja yang memberi dari donatur hamba Allah," jawabnya. Dijelaskan, apa yang didapat bisa meringankan penerima bantuan misalkan buat kebutuhan sekolahnya.
Ia mendoakan agar UB tambah maju dan dipercaya masyarakat. Sedang Kholid Mawardi PhD, panitia lustrum ke 12 UB menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab UB untuk sekitar lingkar kampus. "Tujuannya agar ada keperdulian sosial budaya bersama-sama dan mendoakan UB," kata Wakil Dekan 2 Fakultas Vokasi UB ini.
Rangkaian acara lustrum antara lain ada seminar nasional, tetenger bumi dengan menanam pohon di Kepanjen dan Malang selatan sebagai keperdulian UB pada lingkungan hidup. Pada 18 Desember ada jalan sehat dan hiburan dari artis ibukota. Lalu pada 5 Januari 2023 ada rapat terbuka dan orasi ilmiah yang mengundang civitas akademi dan partner UB.
Sementara itu bantuan Rp 10 juta diberikan pada daerah terdampak erupsi Gunung Semeru khususnya di Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. "Kami juga sudah mengirim tenaga kesehatan dan bantuan," jelas dia. Dalam sambutannya, Wakil Rektor 4 UB Prof Sasmito Djati mengatakan tugas berat UB ke depan karena harus mencapai peringkat dunia 500.
"Sekarang masih di peringkat 800. Beberapa subyek memang sudah di atas 500 peringkatnya. Karena makim berat, maka perlu juga upaya spiritual agar bisa mencapainya," kata dia. Dikatakan, ketika ulangtahun, maka semua diingatkan. Tak hanya soal akademik tapi juga doa. "Adik-adik doakan kita maju, maka yang lainnya juga bisa maju," kata WR 4.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pemberian-santunan-untuk-merayakan-Lustrum-ke-12-Universitas-Brawijaya-di-Masjid-Raden-Patah.jpg)