Berita Bangkalan Hari Ini

PPP Jatim Siap Membela Bupati Bangkalan Usai Ditangkap KPK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim berencana memberikan bantuan hukum atas kasus yang menimpa Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.

Editor: Yuli A
TribunJatim/ Luhur Pambudi
Bupati Bangkalan, Ra Latif saat ke luar dari ruang pemeriksaan di Mapolda Jatim dan akan dibawa ke Jakarta, Rabu (7/12/2022) 

Reporter: Yusron Naufal Putra

SURYAMALANG.COM, SURABAYA-  DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim berencana memberikan bantuan hukum atas kasus yang menimpa Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif. PPP Jatim memastikan partainya memakai azas praduga tak bersalah pada Ra Latif yang merupakan kader PPP. 


Wakil Ketua DPW PPP Jatim Mujahid Anshori menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan saat ini. "Karena Ra Latif adalah kader PPP, maka DPW Jatim menawarkan dan mensupport untuk memberikan bantuan hukum kepada Ra Latif," katanya di Kantor PPP Jatim, Kamis (8/12/2022). 


Menurut Mujahid, pihaknya akan segera berkomunikasi terkait rencana tersebut. Pihaknya akan menawarkan untuk memberikan bantuan hukum. 


"Nanti akan kita komunikasikan, bentuknya support. Karena nanti ada dari DPP, juga akan ikut memantau," tambah Mujahid. 


Secara umum, mantan anggota DPRD Jatim itu mengaku prihatin atas kasus yang dialami Ra Latif di KPK. "Bagi kami ini adalah musibah yang harus dihadapi," tambahnya. 


Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron (RALAI) dan lima bawahannya.


Ra Latif dan lima pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap lelang jabatan.


“Terkait kebutuhan proses penyidikan, Tim Penyidik menahan para tersangka,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di  kantornya, Kamis (8/12/2022) dini hari dikutip dari Kompas.com.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved