Berita Batu Hari Ini

Sepanjang 2022, 33 Warga Kota Batu Tertular HIV/AIDS

Menjelang akhir tahun 2022 jumlah penderita Menjelang akhir tahun 2022 jumlah penderita HIV AIDS di Kota Batu dalam setahun sebanyak 45 kasus. di Kota

Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
www.wired.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM|BATU -  Menjelang akhir tahun 2022 jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Batu dalam setahun sebanyak 45 kasus.

Dari total 45 kasus ini, 33 orang merupakan warga Kota Batu, selebihnya ialah warga luar wilayah yang periksa di Kota Batu.

Tercatat, lima kasus kematian dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu per 30 November lalu.

Sementara jumlah orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kota Batu sejak tahun 2014 hingga tahun ini berjumlah 346 orang.

“Jumlah kasus HIV adalah akumulasi dari tahun ke tahun. Kenaikannya terjadi pada lbu rumah tangga dan sesama jenis laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), sementara akumulasi pengidap yang masih hidup sebanyak 346 orang,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati, Jumat (16/12/2022).

Sedangkan untuk usia ODHA di dominasi usia 25 tahun-49 tahun.

Untuk meminimalisir penularan HIV AIDS, Dinkes Kota Batu melakukan tiga langkah, dengan kegiatan promotif, preventif, serta perbaikan sarana dan kualitas layanan.

“Kegiatan promotif dilakukan berupa penyuluhan, pembagian leaflet, dan menyebarkan informasi mengenai HIV AIDS ke masyarakat. Khususnya ini menyasar pada remaja karena masa penting dalam pembentukan cara pikir dan perilaku,” ujarnya.

Kegiatan preventif atau pencegahan berupa skrining populasi kunci. Seperti ibu hamil, pasien tuberculosis, pasien infeksi menular seksual (IMS), pekerja seks, waria dan pengguna narkotika.

Untuk obat bagi penderita HIV AIDS, ada aplikasi antara Dinkes masing-masing daerah dengan Pemerintah Pusat sehingga penyalurannya melalui Provinsi yang disediakan secara gratis.

"Jadi penderita HIV AIDS harus minum obat sepanjang hidupnya, sehingga teman teman tidak boleh bosan dan dibutuhkan pendampingan,” jelasnya.(myu)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved