Jumat, 10 April 2026

Berita Tulungagung Hari Ini

Tulungagung Keras! Akses Jalan Bagi Tetangga Ditutup Tembok Lebih dari 2 Meter

Rioyanto, warga Desa Beji Kecamatan Boyolangu, Tulungagung membangun tembok lebih dari 2 meter sehingga menutup akses jalan satu-satunya bagi tetangga

Penulis: David Yohanes | Editor: Yuli A
david yohanes
Riyanto, warga Desa Beji Kecamatan Boyolangu, Tulungagung membangun tembok lebih dari 2 meter sehingga menutup akses jalan satu-satunya bagi tetangga.  

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Inilah contoh kerasnya pergaulan di desa yang tidak lazim.

Riyanto, warga Desa Beji Kecamatan Boyolangu, Tulungagung membangun tembok lebih dari 2 meter sehingga menutup akses jalan satu-satunya bagi tetangga. 

Tetangga yang terkurung dalam rumah itu adalah Haryono (80) dan istrinya, Asmunah (62), anaknya Bagus (30) dan cucunya Maya (19).

Mereka masih dalam satu kerabat, namun tinggal di dua rumah berbeda.

Salah satu anak Haryono, Widiastuti (40) mengaku sedang bepergian saat proses penembokan itu.

"Tahu-tahu saat saya balik sudah ditembok tinggi. Saya juga tidak bisa masuk," ucapnya.

Widi mengatakan, Maya, anaknya seharusnya kuliah.

Namun karena terjebak di dalam tembok, ia tidak bisa pergi ke kampusnya.

Widi pun harus mengirim makanan untuk orang tua anak dan adiknya.

"Kalau tadi pagi sudah masak. Sore kami bawakan makanan," ucap Widi saat menjelang malam.

Kapala Desa Beji, Khoirudin, kasus ini adalah konflik keluarga Haryono dan Riyanto.

Haryono mengaku jalan yang menjadi akses ke rumahnya adalah jalan milik keluarganya.

Dulu tanah ini pernah dibeli, namun tidak pernah ada bukti akta jual beli.

Sementara Riyanto yang mempunyai rumah di sebelahnya, mempunyai sertifikat hak milik atas tanah yang ditempatinya.

Dalam sertifikat itu jalan yang menuju rumah Haryono juga termasuk menjadi miliknya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved