Jalan-jalan ke Basis Banteng Jawa - Bali dan Rusa Liar di Savana Sadengan, Banyuwangi

Padang Savana Sadengan dibuat sejak 1983 dengan luas sekitar 84 hektare. Tujuannnya, konservasi sekaligus feeding ground bagfi banteng Jawa-Bali.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yuli A
didik mashudi
Situs Biologi Savana Sadengan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Bagi yang ingin mengisi liburan tahun baru dengan nuansa wisata petualang di hutan belantara seperti di Taman Nasional Masai Mara, tidak perlu jauh-jauh datang ke Afrika.

Salah satu tempat yang direkomendasi dengan nuansa yang hampir sama di Situs Biologi Savana Sadengan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Padang Savana Sadengan lokasinya berjarak dua jam perjalanan dari Kota Banyuwangi. Akses jalannya sudah beraspal bagus dan dapat dilalui kendaraan jenis minibus seperti Toyota Hiace atau Elf.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah satu hutan hujan tropis dataran rendah di ujung timur Pulau Jawa. Kawasan ini memiliki 5 tipe vegetasi yakni hutan pantai, hutan mangrove, hutan tropis dataran rendah, hutan bambu dan perkebunan jati.

Padang Savana Sadengan dibuat sejak 1983 dengan luas sekitar 84 hektare. Tempat ini untuk tujuan monitoring dan konservasi sekaligus feeding ground bagi jenis satwa yang hidup di padang rumput khususnya Banteng (Bos Javanicus) yang merupakan endemik di Jawa dan Bali.

Selain itu padang savana juga menjadi habitat Kijang (Munticus Muntjak), Rusa (Cervus Timorensis) dan Babi Kutil (Sus Verrucosus), burung Jalak Putih (Sturnus Melanopterus) dan Merak Hijau (Pavo Muticus).

Bandak Nurhara, Kepala Unit Sadengan Taman Nasional Alas Purwo kepada rombongan wartawan peserta tour Kantor Bank Indonesia (BI) Jatim menjelaskan, ada sejumlah kelompok banteng yang biasanya merumput di kawasan Padang Savana Sadengan.

"Kawanan banteng itu keluar dari Savana Sadengan. Dalam hitungan satu minggu akan balik lagi. Ada home ring (migrasi) atau jalan mencari makan," jelasnya.

Setelah seminggu rumput di Savana Sedengan akan tumbuh tinggi lagi. "Ada 8 kelompok banteng yang gantian setiap minggunya. Pemimpinnya banteng betina dewasa," jelasnya.

Bandak juga menjelaskan di Savana Sadengan juga banyak hewan pemangsa seperti ajak atau anjing hutan. "Setiap kelompok ajak ada yang berjumlah 8 ekor sampai 20 ekor. Untuk menjatuhkan satu banteng dewasa cukup dilakukan 8 ekor," jelasnya.

Satu banteng dewasa dapat menjadi makanan kelompok ajak ini selama seminggu. Predator lainnya dua kelompok macan tutul dan macan kumbang yang berkeliaran di sekitar Savana Sadengan.

Hewan-hewan penghuni Savana Sadengan saat berkumpul terlihat dari menara pengamat yang disiapkan untuk pengunjung.

Selain puluhan banteng, ada puluhan babi hutan, rusa serta kawanan monyet ekor panjang.

Beberapa jenis elang juga banyak terlihat beterbangan seperti Elang Jawa, Elang Ular Bido, Elang Ikan Kepala Kelabu, Elang Laut Perut Putih serta kawanan burung merak hijau.

Untuk dapat mengamati satwa dari kejauhan dengan aman, ada baiknya pengunjung membawa alat teropong. Pengelola melarang pengunjung menerbangkan drone karena dikhawatirkan suaranya dapat mengganggu ekosistem habitat satwa liar.

Bagi pengunjung yang berhenti di kawasan hutan juga harap berhati-hati dengan kawanan kera yang banyak berkeliaran di pinggir jalan.

Setelah berkunjung ke Padang Savana Sadengan semakin lengkap dengan menikmati keindahan pasir putih yang ada di Pantai Pacur yang menghadap Samudra Hindia. Ombaknya yang tinggi cocok untuk para penggemar surving.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved