Selasa, 21 April 2026

Berita Pasuruan Hari Ini

Klub Bola Pasuruan Protes Asprov PSSI Jatim Soal Perubahan Jumlah Voter

Sejumlah klub di Kabupaten Pasuruan yang memiliki hak suara atau voter memprotes kebijakan Asosisasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yuli A
galih lintartika
Perwakilan Askab PSSI Kabupaten Pasuruan ke Asprov Jatim. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Masalah jadwal pelaksanaan kongres PSSI Kabupaten Pasuruan belum menemukan solusi, kini muncul masalah baru yang semakin membuat kusut wajah Asosisasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Pasuruan.

Sejumlah klub yang memiliki hak suara atau voter memprotes kebijakan Asosisasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim setelah mengeluarkan surat yang berisikan pemberitahuan jumlah voter dalam kongres.

Dalam protes nomor 519/B/PSSI-Jatim/XII/2022 yang dikirimkan 21 Desember 2022 itu diberitahukan bahwa jumlah voter dalam kongres Askab PSSI Kabupaten Pasuruan itu hanya 26 klub anggota dan 1 asosisasi futsal.

Itu surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Asprov PSSI Dyan Puspito Rini. Uniknya, surat ini seolah - olah memberangus hak - hak pemilik klub dan mencederai keputusan yang sudah disepakati sebelumnya.

Pada 5 Desember 2022, digelar rapat Koodinasi di Kantor KONI Kabupaten Pasuruan yang dipimpin langsung Plt Ketua Askab PSSI Pasuruan Amir Burhanuddin dan dihadiri sejumlah Klub Anggota Askab PSSI Kabupaten Pasuruan.

Dalam pertemuan ini, disepakati bersama jumlah voter dalam kongres adalah 42 klub anggota Askab PSSI Kabupaten Pasuruan. Kesepakatan dan persetujuan ditandai dengan ketukan tangan Plt Ketua ke meja.

“Kami juga punya bukti rekamannya juga bahwa Ketua Plt dengan jelas menyebutkan jumlah voter adalah 42 klub bukan 26 klub,” kata Syafi'i, pemilik klub Antariksa, Desa Segoropuro Kecamatan Rejoso, Kamis (5/1/2023).

Menurut dia, surat yang dikirimkan Asprov PSSI Jatim terkait jumlah voter ini terlalu dipaksakan. Menurutnya, ini sudah mencederai dan mengkebiri demokrasi, karena menganulir kesepakatan sebelumnya.

“Anehnya, sudah disepakati 42 klub sesuai dengan yang sudah mengisi formulir pendaftaran dan pernyataan mengikuti kompetisi tahun 2022 ini. Tapi, tiba - tiba diubah menjadi 26 klub. Ada apa ini,” jelasnya.

Disampaikannya, jika memang kongres itu dijadikan momentum untuk memperbaiki kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Pasuruan kenapa harus ada hak - hak klub yang seolah - olah dipaksa untuk dibatasi.

Informasinya, ada 33 anggota klub Askab PSSI Kabupaten Pasuruan yang meradang akibat surat perubahan jumlah voter ini. Mereka membubuhkan tanda tangan dan mengirimkan surat keberatan ke Asprov PSSI Jatim.

Mereka merasa keberatan dengan surat pemberitahuan Asprov PSSI Jatim. Melalui surat keberatan itu, para pemilik klub seolah ingin memberikan sinyal bahwa sepak bola Pasuruan jangan dipermainkan oleh oknum.

Kiswoyo, salah satu pemilik klub anggota Askab PSSI Kabupaten Pasuruan menyebut, jika merujuk statuta pasal 22 tentang delegasi dan hak suara itu sesuai dengan klub yang mengikuti kompetisi terakhir, maka ada 50 klub.

Menurutnya,kompetisi resmi yang dilakukan Askab PSSI Kabupaten Pasuruan itu tahun 2016. Diikuti 50 klub anggota dengan rincian Kelas Utama: 14 Klub, Kelas Satu 14 Klub, Kelas Dua 14 Klub, dan tim tunggu 8 Klub.

Disampaikannya, tahun 2019 Askab tidak pernah menyelenggarakan kompetisi karena saat itu hanya turnamen. Karena tidak ada sanksi bagi yang tidak mengikuti, seperti tidak ada promosi atau degadrasi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved