Berita Arema Hari Ini

Arema FC Akhirnya Minta Maaf untuk Tragedi Kanjuruhan, Akun Medsos Klub Diserbu Hujatan Warganet

Rupanya permintaan maaf dan pernyataan yang disampaikan pihak Arema FC ini tidak terlepas dari banyaknya komentar yang menghujat Arema FC

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Arema FC Official
ILUSTRASI - Arema FC menyampaikan permohonan maaf setelah ribuan komentar panas membanjiri akun media sosial klub pasaca PSSI mengumumkan dihentikannya Liga 2 dan Liga 3 

SURYAMALANG.COM - Arema FC akhirnya meminta maaf untuk Tragedi Kanjuruhan.

Manajemen klub Arema FC menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang  mendapatkan imbas  atas terjadinya Tragedi Kanjuruhan tak berhenti dilakukan oleh Arema FC.

Permintaanmaaf manajemen Arema FC itu disampaikan Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto melalui situs resmi klub, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Skandal Tanda Tangan Palsu di Balik Liga 2 Dihentikan, Gresik United Jadi Klub Pertama yang Speak Up

Meski menyampaikan permintaan maaf, Arema FC juga berusaha menyatakan jika mereka tidak memiliki kewenangan terkait  keberlangsungan suatu kompetisi.

Rupanya permintaan maaf dan pernyataan yang disampaikan pihak Arema FC ini tidak terlepas dari banyaknya komentar yang menghujat Arema FC di media sosial.

Untuk diketahui, akun resmi Arema FC langsung diserbu warganet sesaat setelah PSSI mengumumkan dihentikannya kompetisi Liga 2 dan Liga 3, serta dihapuskannya degradasi di Liga 1 pada Kamis (12/1/2023).

Mayoritas komentar netizen menyudutkan Arema FC sebagai penyebab kompetisi sepak bola di Indonesia berantakan.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto.
Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto. (aremafc.com)

Dihentikannya Liga 2 dan Liga 3 dinilai tidak terlepas dari terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

Bukan hanya menjadi tragedi kemanusiaan, Tragedi Kanjuruhan yang membuat 135 nyawa Aremania melayang kini juga berdampak pada kompetisi sepak bola Nasional di semua jenjang dan membuat pelaku serta pendukung klub liga 2 dan Liga 3 marah.

“Arema FC  tak pernah berhenti untuk meminta maaf kepada pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terkena imbas dari musibah yang terjadi di Kanjuruhan."

"Namun Arema FC  tidak memiliki kewenangan langsung terkait keputusan berlanjut atau tidaknya sebuah kompetisi,” ungkap Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto pada Jumat  (13/1/2023).


Seperti diketahui sebelumnya, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 usai  rapat Komite Eksekutif yang berlangsung  di Kantor PSSI di Gelora Bung Karno Arena pada Kamis (12/1/2023).

Bukan itu saja, Kompetisi Liga 1 pun untuk musim 2022/2023 tidak akan diberlakukan degradasi.

Keputusan itu semakin membuat para pecinta sepak bola Tanah Air meradang dan menujukan amarah itu pada klub Arema FC.

“Atas nama klub Arema FC terkait musibah kanjuruhan kami memohon maaf, dan kini kami terus istikomah berjuang untuk juga mendapat keadilan juga obyektifnya jalannya proses hukum,” tandas Tatang.

Baca juga: Jadwal Arema FC Vs Borneo FC Resmi DITUNDA Setelah Kembali Tak Mendapat Izin Penggunaan Stadion

 

Bermula Penolakan Home Base Arema FC 

Reaksi keras pada klub Arema FC sebenarnya sudah terlihat ketika tim Singo Edan mengalami penolakan di sejumlah daerah saat mencari home base untuk putaran kedua Liga 1 2022/2023.

Klub Liga 3 Yogyakarta, Hizbul Wathan UMY sudah menunjukkan reaksi ketika Arema FC akan menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai home base.

Hizbul Wathan UMY terang-terangan menganggap Arema FC tak punya empati karena menyakiti segala usaha dari klub.

"Dear Arema FC, kami kami hanya tim kecil yang bermarkas di DIY. Kami kumpulkan dana dari donatur dan sponsor sedikit demi sedikit untuk persiapan Liga 3," tulis HW UMY di twitter.

"Gara-gara kalian Liga 3 DIY batal. Lalu kalian mau menggunakan SSA untuk Liga 1. Sungguh tiada empati !"

"Pemain kami sudah berlatih demi asa mengembangkan karir dan masa depan."

"Kecerobohan klub, panpel, aparat dan suporter kalian Arema FC menghancurkan harapan tunas-tunas muda yang ingin mengembangkan diri di atas lapangan hijau."

"Liga 3 DIY batal, kalian justru ke SSA!," tambahnya.

Spanduk penolakan terhadap rencana Arema FC yang akan berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul
Spanduk penolakan terhadap rencana Arema FC yang akan berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul (TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO)

Sikap itu rupanya direspon pemangku kepentingan setempat hingga akhirnya Pemkab Bantul mencabut pemberian izin bagi Arema FC.

Tak lama berselang, giliran sikap Panser Biru, pendukung PSIS Semarang pada Arema FC yang akan menggunakan stadion Jatidiri Semarang sebagai home base juga viral.

Pernyataan Panser Biru dalam surat resmi pada Rabu (11/1/2023) yang ditandatangani Ketua Umum Panser Biru, Galih Eko Putranto.

Pernyataan tersebut dipublikasikan juga di akun Instagram milik Panser Biru.

Panser Biru menyatakan mereka menolak Arema FC karena alasan solidaritas terhadap korban Tragedi Kanjuruhan.

Pasalnya hingga kini korban Tragedi Kanjuruhan belum mendapatkan keadilan.

'Mohon maaf kami Panser Biru kali ini menolak Arema FC untuk berhome base di Semarang,' tulis pernyataan Panser Biru di akun @panserbiru2001, Rabu (11/1/2023).

'Suatu bentuk rasa solidaritas atas korban Kanjuruhan, apapun itu kami sesama suporter pasti mempunyai rasa yang sama saat teman-teman Aremania belum mendapatkan keadilan.'

'Luka Mereka Luka Kita Juga,' tutup pernyataan Panser Biru.

Kini, penolakan dan bahkan hujatan membanjiri akun media sosial Arema FC pasca PSSI mengumumkan Liga 2 dan Liga 3 dihentikan.

Ribuan komentar yang menyudutkan Arema FC memenuhi kolom komentar unggahan terakhir akun instagram SIngo Edan.

 

 

 

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved